Senin, 12 April 2010

konsep-konsep elastisitas

konsep-konsep elastisitas

Pengertian Elastisitas

Salah satu pokok bahasan yang palin penting dari aplikasi ekonomi adalah konsep elastisitas. Pemahaman dari elastisitas harga dari permitaan Dan penawaran membantu para ahli ekonomi untuk menjawab suatu pertanyaan, yakni apa yang akan terjadi terhadap permintaan Dan penawaran, jika ada perubahan harga? Apa yang terjadi pada “keseimbangan harga” bila faktor-faktor yang mempengaruhi kurva demand Dan kurva supply beubah? Dan berapa besar pengaruhnya?

Untuk menjawab ini pakailah konsep elastisitas.

Secara umum, elastisitas adalah suatu pengertian yang menggambarkan derajat kepekaan/respon dari julah barang yang diminta/ ditawarkan akibat perubahan faktor yang mempengaruhinya.



3.2. Elastisitas Permintaan

Elastisitas harga permintaanadalah suatu alat/konsep yang digunakan untuk mengukur derajat kepekaan/ respon perubahan jumlah/ kualitas barang yang dibeli sebagai akibat perubahan faktor yang mempengaruhi.

Dalam hal ini pada dasrnya ada tiga variabel utama yang mempengaruhi, maka dikenal tiga elastisitas permintaan, yahitu :

1. elastisitas harga permintaan
2. elastisitas silang
3. elastisitas pendapatan



3.2.1. Elastisitas Harga Permintaan (the price elasticity of demand)

Elastisitas harga permintaan adalah derajat kepekaan/ respon jumlah permintaan akibat perubahan harga barang tersebut atau dengan kata lain merupakan perbadingan daripada persentasi perubahan jumlah barang yang diminta dengan prosentase perubahan pada harga di pasar, sesuai dengan hukum permintaan, dimana jika harga naik, maka kuantitas barang turun Dan sebaliknya.

Sedangkan tanda elastisitas selalu negatif, karena sifat hubungan yang berlawanan tadi, maka disepakati bahwa elastisitas harga ini benar indeksnya/koefisiennya dapat kurang dair, dama dengan lebih besar dari satu Dan merupakan angka mutlak (absolute), sehingga permintaannya dapat dikatakan :

1. Tidak elastisitas (in elastic)
2. Unitari (unity) dan
3. Elastis (elastic)

Dengan bentuk rumus umum sebagai berikut :



Δ Q ΔP Δ Q P

Eh : atau Eh = X

Q P ΔP Q

Dimana :

Eh adalah elastisitas harga permintaan

Q adalah Jumlah barang yang diminta

P adalah harga barang tersebut

Δ adalah delta atau tanda perubahan.

Hasil akhir dari elastisitas tersebut memberikan 3 kategori :

1. Apabila perubahan harga (ΔP) mengakibatkan perubahan yang lebih besar dari jumlah barnag yang diminta (Δ Q), sisebut dengan elastisitas yang elastis (elastic), dimana besar koefisiennya adalah besar dari satu (Eh.1). Nemtuk kurva permintaannya lebih landai. [ % ΔP < % Δ Q]. 2. Apabila persentase perubahan harga (% ΔP) sama besarnya dengan persentase perubahan jumlah barang yang diminta (% Δ Q), disebut dengan elastisitas yang unity (unitari), dimana besar koefisiennnya adalah sama dengan satu (eh=1), bentuk kurva permintaannya membentuk sudut 45 derajat dari titik asal [% ΔP = % Δ Q]. 3. Apabila persentase perubahan harga (% ΔP) mengakibatkan perubahan kenaikan jumlah barang yang diminta (% Δ Q) yang lebih kecil,disebut dengan elastisitas yang in elastic dimana besar keofisiennya lebih kecil dari satu (Eh<1).> % Δ Q].

Pembagian kedalam tiga kategori tersebut disebabkan karena perbedaan total penerimaan (Total Renenue)nya sebagai akibat perubahan harga masing-masing kategori.

Pada suatu kurva permintaan akan terdapat ketiga keadan tersebut, tergantung dititik mana mengjkurnya. Pada harga tinggi, elastisitasnya lebih besar dari satu atau elastis, pada harga yang rendah elastisitasnya kurang dari satu atau tidak elastis (in elastic), sedangkan titik tengah dari kurva permintaan mempunya elastisitas sama dengan satu atau unity (unitari),

Disamping tiga bentuk elastisitasharga permintaan diatas, ada dua lagi elastisitas harga permintaan, yaitu :

1. Permintaan yang elastis sempurna (perfectly Elastic), ini merupakan tingkat yang paling tinggi dari kemungkinan elastisitas, dimana respon yang paling besar dari jumlahbarang yang diminta terhadap harga, bentuk kurva permintaannya merupakan garis horizontal dengan sempurna sejajar dengan sumbu gabris horizontal dengan sempurna sejajar dengan sumbu datar, besar elastisitasnya tidak berhingga (Eh =ς) pada kondisi ini berapapun jumlah permintaan, harga tidak berubah atau pada tingkat harga yang jumlah permintaan dapat lebih banyak.
2. Kurva permintaan yang tidak elastis sempurna (perfectly inelastic), ini merupakan tingkat paling rendah dari elastisitas, dimana respon yang jumlah permintaan barang terhadap perubahan harga adalah sangat kecil, bentuk kurva permintaannya vertikal dengan sempurna sejajar dengan sumbu tegak, besar koefisien elastisitasnya adalah nol (Eh = 0), artinya bagaimanapun harga tinggi, konsumen tidak akan mengurangi jumlah permintaannya.

Masing-masing bentuk kurva elastisitas harga tersebut,

Faktor Yang Mempengaruhi Elastisitas Harga Permintaan

Elastisitas harga permintaan mengukur tingkat reaksi konsumer terhadap perubahan harga. Elastisitas ini dapat menceritakan pada produsen apa yang terjadi terhadap penerimaan penjualan mereka, jika mereka merubah strategi harga, apakah kenaikan/menurunkan jumlah barang yang akan dijualnya.



Ada beberapa faktor yang menentukan elastisitas harga permintaan :

1. Tersedia atau tidaknya barang pengganti di pasar
2. Jumlah pengguna/tingkat kebutuhan dari barang tersebut
3. Jenis barang dan pola preferensi konsumen
4. Periode waktu yang tersedia untuk menyesuaikan terhadap perubahan harga/periode waktu penggunaan barang tersebut.
5. Kemampuan relatif anggaran untuk mengimpor barang



Elastisitas akan besar bilamana :

1. terdapat banyak barang subsitusi yang baik
2. harga relatif tinggi
3. ada banyak kemungkinan-kemungkinan penggunaan barang lain



Elastisitas umumnya akan kecil, bilamana :

1. benda tersebut digunakan dengan kombinasi benda lain
2. barang yang bersangkutan terdapat dalam jumlah banyak, dan dengan harga-harga yang rendah.
3. Untuk barang tersebut tidak terdapat barang-barang substitusi yang baik, Dan benda tersebut sangat dibutuhkan.



3.2.2. Elastisitas Silang (The Cross Price Elasticity of demand)

Permintaan konsumen terhadap suatu barang tidak hanya tergantung pada harga barang tersebut. Tetapi juga pada preferensi konsumen, harga barang subsitusi dan komplementer Dan juga pendapatan.

Para ahli ekonomi mencoba mengukur respon/reaksi permintaan terhadap harga yang berhubungan dengan barang tersebut, disebut dengan elastisitas silang (Cross Price Elasticity of demand)

Perubahan harga suatu barang akan mengakibatkan pergeseran permintaan kepada produk lain, maka elastisitas silang (Exy) adalah merupakan persentase perubahan permintaan dari barang X dibagi dengan persentase perubahan harga dari barang Y

Apabila hubungan kedua barang tersebut (X dan Y) bersifat komplementer (pelengkap) terhadap barang lain itu, maka tanda elastisitas silangnya adalah negatif, misalnya kenaikan harga tinta akan mengakibatkan penurunan permintaan terhadap pena.

Apabila barang lain tersebut bersifat substitusi (pengganti) maka tanda elastisitas silangnya adalah positif, misalnya kenaikan harga daging ayam akan mengakibatkan kenaikan jumlah permintaan terhadap daging sapi Dan sebaliknya.



Bentuk umum dari Elastisitas silang adalah :

ΔQx Py

Es = ——- x ——- > 0 Substitusi

Δ Px Qx



Δ Qy Px

Es = ——- x ——- < em =" ——-" em =" ——–" em=" 1">1 (Elastis), maka orang akan membelanjakan bahagian yang lebih besar dari pendapatan terhadap barang.

Jika pendapatan naik; jika Em <> 1)

(b) In Elastis (Es < es =" 1)." es =" ~" es =" 0)." eh ="ς)" eh =" 0)," st="on">Ada beberapa faktor yang menentukan elastisitas harga permintaan : 1. Tersedia atau tidaknya barang pengganti di pasar 2. Jumlah pengguna/tingkat kebutuhan dari barang tersebut 3. Jenis barang dan pola preferensi konsumen 4. Periode waktu yang tersedia untuk menyesuaikan terhadap perubahan harga/periode waktu penggunaan barang tersebut. 5. Kemampuan relatif anggaran untuk mengimpor barang Elastisitas akan besar bilamana : 1. terdapat banyak barang subsitusi yang baik 2. harga relatif tinggi 3. ada banyak kemungkinan-kemungkinan penggunaan barang lain Elastisitas umumnya akan kecil, bilamana : 1. benda tersebut digunakan dengan kombinasi benda lain 2. barang yang bersangkutan terdapat dalam jumlah banyak, dan dengan harga-harga yang rendah. 3. Untuk barang tersebut tidak terdapat barang-barang substitusi yang baik, Dan benda tersebut sangat dibutuhkan. 3.2.2. Elastisitas Silang (The Cross Price Elasticity of demand) Permintaan konsumen terhadap suatu barang tidak hanya tergantung pada harga barang tersebut. Tetapi juga pada preferensi konsumen, harga barang subsitusi dan komplementer Dan juga pendapatan. Para ahli ekonomi mencoba mengukur respon/reaksi permintaan terhadap harga yang berhubungan dengan barang tersebut, disebut dengan elastisitas silang (Cross Price Elasticity of demand) Perubahan harga suatu barang akan mengakibatkan pergeseran permintaan kepada produk lain, maka elastisitas silang (Exy) adalah merupakan persentase perubahan permintaan dari barang X dibagi dengan persentase perubahan harga dari barang Y Apabila hubungan kedua barang tersebut (X dan Y) bersifat komplementer (pelengkap) terhadap barang lain itu, maka tanda elastisitas silangnya adalah negatif, misalnya kenaikan harga tinta akan mengakibatkan penurunan permintaan terhadap pena. Apabila barang lain tersebut bersifat substitusi (pengganti) maka tanda elastisitas silangnya adalah positif, misalnya kenaikan harga daging ayam akan mengakibatkan kenaikan jumlah permintaan terhadap daging sapi Dan sebaliknya. Bentuk umum dari Elastisitas silang adalah : ΔQx Py Es = ——- x ——- > 0 Substitusi

Δ Px Qx



Δ Qy Px

Es = ——- x ——- < em =" ——-" em =" ——–" em=" 1">1 (Elastis), maka orang akan membelanjakan bahagian yang lebih besar dari pendapatan terhadap barang.

Jika pendapatan naik; jika Em <> 1)

(b) In Elastis (Es < es =" 1)." es =" ~" es =" 0)." tr =" P"> 1;

c) Bilamana P dinaikkan atau diturunkan, sedangkan TR sama saja, maka permintaan bersifat elastis kesatuan (unity) atau jika TR tidak berobah, ketika P berobah, maka Eh = 1.



Jadi ada dua cara untuk menentukan apakah permintaan tersebut adalah Elastis, In elastis atau Unity, yaitu cara :

1) Metode Perhitungan Koefisien Elastisitas harga dari permintaan yang diperoleh dari informasi P dan Q.

Observasi apa yang akan terjadi terhadap Total Penerimaan/Total Revanue (TR), apabila P berobah dan pengujian total penerimaan (Total Revanue Test), tapi cara kedua ini tidak memberikan suatu nilai koefisien.

TEORI PERILAKU KONSUMEN

TEORI PERILAKU KONSUMEN

Perilaku konsumen :
Adalah tingkah laku dari konsumen, dimana mereka dapat mengilustrasikan pencarian untuk membeli, menggunakan, mengevaluasi dan memperbaiki suatu produk dan jasa mereka. Focus dari perilaku konsumen adalah bagaimana individu membuat keputusan untuk menggunakan sumber daya mereka yang telah tersedia untuk mengkonsumsi suatu barang.

Dalam melakukan kegiatan konsumsinya, perilaku konsumen dituntun oleh tujuannya untuk memperoleh kepuasan. Terdapat beberapa pendekatan permintaan individu yaitu :

Ada 2 cara pendekatan yaitu :
1.Pendekatan Cardinal
2.Pendekatan Ordinal

1. Pendekatan kardinal , asumsi dasarnya:
a.Kepuasan konsumsi dapat diukur dengan satuan ukur, util
b.Makin banyak barang dikonsumsi makin besar kepuasan
c.Terjadi hukum The law of deminishing Marginal Utility pada tambahan kepuasan setiap satu satuan. Setiap tambahan kepuasan yang diperoleh dari setiap unit tambahan konsumsi semakin kecil. ( Mula – mula kepuasan akan naik sampai dengan titik tertentu atau saturation point tambahan kepuasan akan semakin turun ). Hukum ini menyebabkan terjadinya Downward sloping MU curva. Tingkat kepuasan yang semakin menurun ini dikenal dengan hukum Gossen.
d.Tambahan kepuasan untuk tambahan konsumsi 1 unit barang bisa dihargai dengan uang, sehingga makin besar kepuasan makin mahal harganya. Jika konsumen memperoleh tingkat kepuasan yang besar maka dia akan mau membayar mahal, sebaliknya jika kepuasan yang dirasakan konsumen redah maka dia hanya akan mau membayar dengan harga murah.
Pendekatan kardinal biasa disebut sebagai Daya guna marginal
Asumsi seorang konsumen
1.Konsumen harus rasional yaitu menginginkan kepuasan maksimal.
2.Konsumen punya preferensi jelas akan barang dan jasa
3.Terdapat kendala anggaran.

PENGERTIAN EKONOMI

PENGERTIAN EKONOMI


Ekonomi adalah sistem aktivitas manusia yang berhubungan dengan produksi, distribusi, pertukaran, dan konsumsi barang dan jasa. Kata "ekonomi" sendiri berasal dari kata Yunani οκος (oikos) yang berarti "keluarga, rumah tangga" dan νόμος (nomos), atau "peraturan, aturan, hukum," dan secara garis besar diartikan sebagai "aturan rumah tangga" atau "manajemen rumah tangga." Sementara yang dimaksud dengan ahli ekonomi atau ekonom adalah orang menggunakan konsep ekonomi dan data dalam bekerja. Ilmu yang mempelajari ekonomi disebut sebagai ilmu ekonomi.

ANALISA PERMINTAAN

ANALISA PERMINTAAN

I. Pengertian :

1. Permintaan Efektif

Permintaan yang didukung oleh daya beli (Purchasing Power).

2. Permintaan Absolut

Permintaan yang didasarkan pada keinginan belaka.

II. Permintaan Individu vs Permintaan Pasar

Pada dasarnya Permintaan Pasar / Market Demand merupakan resultante dari

seluruh permintaan individu.

III. Fungsi Permintaan vs Kurva Permintaan

Fungsi Permintaan : menunjukkan hubungan yang ada antara jumlah barang

yang diminta dengansemua factor yang mempengaruhinya.

Kurva Permintaan : menunukkan hubungan antara jumlah suatu barang yang

diminta dengan suatu barang yang diminta dengan harga

barang tersebut, cateris paribus.

Kesimpulan :

Kurva Permintaan merupakan sebagian dari fungsi permintaan dimana variable­

variabel lain dianggap tetap kecuali harga barang yang bersangkutan.

IV. Beberapa Variabel Yang Menentukan Permintaan

1. Variabel Strategis

Variabel yang dapat digunakan untuk mempengaruhi permintaan secara

langsung, oleh karena itu variable ini disebut juga variable yang dapat

dikontrol (Controllable Variable)

2. Variabel Konsumen

3. Variabel Pesaing

4. Variabel Lain

Secara Matematis

Qx ( Px, Ax, Dx, Ox, Yc, Te, Ee, Py, Ay, Dy, Oy, G, N, W,…)

fl fl fl fl

Variabel Variabel Variabel Variabel

Strategis Konsumen Pesaing Lain

fl ? fl ?

Controllable U n c o t r o l l a b l e

Variables V a r i a b l e s

Qx Jumlah barang yang diminta

Px Harga barang x

Ax Advertensi barang x

Dx Design / style barang x

Ox Outlet / saluran distribusi barang x

Yc Income consumen

Tc Selera konsumen

Ec Ekspektasi konsumen

Py Harga barang lain ( Substitute & Complements )

Ay Advertensi dari barang lain yang terkait

Oy Saluran distribusi dari barang lain yang terkait

G Kebijaksanaan pemerintah, Industrial Strategy

N Jumlah penduduk

W Cuaca

V. Bentuk Fungsi Permintaan

Berdasarkan hasil pengumpulan data dan analisisnya, bentuk fungsi

permintaan dapat berupa :

1. Fungsi Linier : qx a + b1 Px + b2 Py + b3 Ax + b4 Ay + ……

b b b

2. Fungsi non linier : qx a Px N Ox

1 2 3

dimana :

Qx Jumlah barang yang diminta.

a Bagian dari jumlah barangyang diminta yang ditentukan oleh variable

selain dari yang sudah dimasukkan sebagai variable penentu dalam

fungsi tersebut.

b Koefisien fungsi permintaan yang menunjukkan dampak marginal dari

masing­masing variable bebas terhadap jumlah barang yang diminta.

P Harga.

N Populasi.

· Outlet.

A Advertensi

Contoh :

Qx 5030 ­ 3806,2Px + 1458,5Py + 256,6Ax ­ 32,3Ay + 0,18Yc

Bila nilai variable bebas adalah :

Px Rp. 8 , Py 6 , Ax 168

Ay 182 , Yc 12875

Maka jumlah penjualan barang x :

Qx 5030 – 3806,2 (8) + 1458,5 (6) + 256,6 (168) ­ 32,3 (182) + 0,18

(12875)

5030– 30449,6 + 8751 + 43108,8 ­ 5878,6 + 2317,5

22879,1 Satuan

VI. Membuat Kurva Permintaan Atas Dasar Fungsi Permintaan

Kurva permintaan adalah suatu kasus khusus dari fungsi permintaan

dengan menganggap semua variabel lain konstant, kecuali tingkat harga barang

yang bersangkutan. Oleh karena itu kita dapat menuliskan fungsi permintaan

sebagai Qx a + bPx, dimana a mencakup pengaruh nilai semua variable bebas

dan variable residu (a).

Misalnya : Dalam contoh di atas

a 5030 + 8751 + 43108,8 ­ 5878,6 + 2317,5

53.328,7

Sehingga fungsi permintaan menjadi :

Qx 53.328,7 ­ 3806,2 Px

3,8062 Px 53,328 ­ Qx

Px 53,328 _ 1__ Qx

3,8062 3,8062

Px 14,011 ­ 0,26273 Qx

Px

8 Px 14,011 ­ 0,26273 Qx

5

0 Qx

VII. Perubahan Permintaan Vs Perubahan Jumlah Yang Diminta

Perubahan jumlah yang diminta (Movement Along Demand Curve) terjadi akibat

adanya Perubahan harga. Dengan demikian hanya jumlahnya saja yang berubah

sedangkan kurvanya tetap.

Perubahan kurva permintaan atau lebih sering disebut perubahan permintaan (Shift

in Demand) adalah perubahan yang terjadi pada variabel­variabel di luar variabel

harga (selera, pendapatan, etc)

D2 D D1

P

Q2 Q Q1

VIII.Kaitan Antara Harga, Total Revenue & Marginal Revenue

TR Px . Qx

Padahal : Px = a + bQx

Maka : TR (a + bQx) Qx

2

aQx + bQ x

Sehingga : MR d_( TRx )

d ( Qx )

a + 2bQx

a Intersep

b Slope

Contoh :

Px 14,011 ­ 0,26273 Qx

MR a + 2 bQx

14,011 + 2 (­0,26273) Qx

14,011 ­ 0,52546 Qx

IX. Konsep Elastisitas Kekuatan­kekuatan Pasar

Sisi Perhitungan Variabel­variabel Variabel­variabel

Pasar yang langsung yang tidak langsung

mempengaruhi mempengaruhi

Harga

Selera

Titik Income

Demand Pembeli

Busur Harga barang lain

Pendapatan

ELASTISITAS

Harga

Titik Biaya produksi Teknik produksi

Supply Harga barang lain Harga sumber

Busur Banyaknya penjual Pajak & subsidi

Inspektasi harga

Elastisitas titik pada dasarnya hanya mengukur jarak diantara titik­titik tertentu.

Sifatnya lebih spesifik.

Elastisitas Harga / Price Elasticity ofDemand

E _ Qx . Px

Px Qx

Elastisitas Harga ­ Permintaan :

Perubahan persentase jumlah barang yang diminta sebagai akibat adanya

perubahan harga.

Karena hubungan antara harga dan jumlah adalah terbalik / tidak searah maka

koefisien elastisitasnya adalah negatif.

Permintaan dikatakan elastis apabila ? > 1, tidak elastis apabila <>

apabila 1.

Contoh :

Qx 20 ­ ¾ Px, maka Px 8 dan Qx 14 akan didapat koefisien

elastisitasnya :

Px (20 ­ Qx) / ¾ 26,67 ­ 0,75

_ Qx . Px __1___ . _8_ 16 0,76

Px Qx ­0,75 14 21

Dalam prakteknya adalah sulit bagi perusahaan untuk mengetahui kurva

permintaannya kecuali kalau perusahaan tersebut merubah­ubah harga barang

yang dihasilkannya. Disamping itu perubahan harga yang kecil sekali tidak akan

menarik perhatian konsumen, kecuali kalau perubahannya besar. Oleh sebab itu

elastisitas busur akan lebih tepat digunakan. Elastisitas busur menggambarkan

interval sepanjang kurva permintaan.

Elastisitas Busur / Arc Elasticity

 arc qx x (P_+_P)_/_2

1 2

Px (q + q) / 2

1 2

Contoh :

Sebuah toko menjual dagangannya dengan harga $ 8 /unit dengan Q 32 unit.

Ketika harga diturunkan $ 7 /unit, permintaan melonjak menjadi 44 unit. Berapa

elastisitas barang tersebut, Cateris Paribus ?

Jawab :

qx Q1 ­ Q2 32 ­ 44 ­12 ­12

Px P1 ­ P2 8 ­ 7 1

arc Q ­ Q x P + P_ ­12 . _8_+__7_ ­12 . 15

1 2 1 2

P1 ­ P2 Q1 + Q2 32 + 44 76

­2,368

Implikasi Elastisitas Terhadap Harga Optimal

Bila contoh tersebut diperluas dengan data MC $ 5 /unit. Apakah harga

yang berlaku saat ini ( $ 7 ) telah mencerminkan keuntungan yang maksimum ?

Jawab :

Px a + b Qx , dimana P $ 7

Qx 44 unit

b Px _1_ 0,08333

Qx ­12

7 a ­ 0,08333 (44) fi a 10,6667

Px 10,6667 ­ 0,08333 Qx

MR a + 2 bQx

10,6667 + 2 (­ 0,08333 Qx )

10,6667 ­ 0,166667 Qx

MR MC 0

5 10,6667 ­ 0,166667 Qx

­5,6667 ­0,16667 Qx

Qx 34 unit

p max terjadi bila MR MC

Px = 10,6667 ­ 0,08333 ( 34 )

10,6667 ­ 2,8333

7,8333

Jadi harga jual $ 7 belum mencerminkan keuntungan yang optimal

Pada soal yang sama, berapakah tingkat harga dan kuantitas barang yang harus

dijual agar pendapatan menjadi maksimum ?

Jawab :

Syarat TR max fi MR 0

0 10,6667 ­ 0,16667 Qx

Qx 10,6667 64

0,16667

Px 10,6667 ­ 0,08333 Qx

10,6667 ­ 0,08333 ( 64 )

5,333

Elastisitas Penghasilan– Permintaan

Elastisitas penghasilan – permintaan dapat didefinisikan sebagai persentase

perubahan dalam jumlah barang yang diminta (Qx) dibagi dengan persentase

perubahan dalam penghasilan ( I ), Ceteris Paribus.

 I % qx qx / Qx

% I I / I

= Qx . _I _

I Q

 I arc Q ­ Q . _I + I

1 2 1 2_

I ­ I Q + Q

1 2 1 2

Dengan mengetahui besarnya koefisien elastisitas penghasilan, Kita dapat

mengelompokkan barang­barang ke dalam barang mewah, barang normal atau

pun barang inferior.

Bila  I > 1 dan positif (+), maka barang itu barang mewah

 I <>

 I > 0 dan negatif (­), maka barang itu barang inferior

Contoh :

Qx 5030 ­ 3806,2 Px + 1458,5 Py + 256,6 Ax ­ 32,3 Ay + 0,18 Yc

dimana : Yc income percapita 12.875

Qx = 22879,1 ­­ lihat perhitungan sebelumnya

 I Qx . I__ 0,18 . 12.875_

QI Qx 22.879,5

0,101

Contoh :

Income perkapita suatu negara $ 15.650 dan permintaan terhadap suatu barang

36.000 unit / bulan. Bila terjadi kenaikan pendapatan sebesar 17.215 dan terjadi

kenaikan permintaan sebesar 40.320 unit. Berapa elastisitasnya ?

Jawab :

 I arc Q ­ Q . _I + I 36.000 ­ 40.320 . 15.650 + 17.215

1 2 1 2_

I1 ­ I2 Q1 + Q2 15.650 ­ 17.215 36.000 + 40.320

_ _4.320 . 32.865

1.565 76.320

1,189

Implikasi terhadap perusahaan :

Apabila elastisitas penghasilan lebih besar dari 1, artinya permintaan

terhadap barang tersebut akan berkembang lebih cepat dari pada penghasilan

konsumen, tetapi juga menunjukkan adanya gejolak yang tinggi akan fluktuasi

permintaan bila terjadi fluktuasi tingkat penghasilan.

ELASTISITAS SILANG / CROSS ELASTICITY

Elastisitas silang menunjukkan tanggapan atas jumlah barang yang diminta

terhadap perubahan harga barang lain yang mempunyai hubungan dengan barang

tersebut. Hubungan tersebut dapat bersifat pengganti, dapat pula bersifat

pelengkap.

 s % Qx Qx . Py_

% Py Py Qx

Rumus elastisitas busurnya :

 S arc Q ­ Q . P + P_

1 2 1 2

P ­ P Q + Q

1 2 1 2

Apabila barang tersebut bersifat substantif maka koefisien elastisitas silang

bernilai positif, dan apabila barang­barang itu bersifat komplementer, maka

koefisien elastisitas silangnya bernilai negatif.

IKHTISAR : ELASTISITAS

INTERPRETASI ELASTISITAS HARGA ( dQ / Q )

( dP / P )

Nilai Sebutan Kenaikan Harga Penurunan Harga Akan

Elastisitas Akan Mengakibatkan

Mengakibatkan

 h < style=""> Inelastis ­penerimaan naik ­penerimaan menurun

 h 1 unitary elasticity ­penerimaan tetap ­penerimaan tetap

 h > 1 elastis ­penerimaan turun ­penerimaan naik

INTERPRETASI ELASTISITAS PENDAPATAN ( dQ / Q)

( DY / Y )

Nilai Sebutan Kenaikan Harga Penurunan Harga Akan

Elastisitas Akan Mengakibatkan

Mengakibatkan

 I < style=""> ­ inferior ­ jumlah diminta ­ jumlah diminta naik

menurun

0 <ÂI < style=""> ­ kebutuhan pokok ­ jumlah diminta naik ­ jumlah diminta menurun

dengan persentase denganpersentase lebih

lebih rendah rendah

1 <ÂI ­ mewah ­ jumlah diminta naik ­ jumlah diminta menurun

dengan persentase dengan persentase lebih

lebih tinggi tinggi

INTERPRETASI ELASTISITAS SILANG (dQx / Qx)

( dPy / Py )

Nilai Elastisitas Hubungan antar Kenaikan Harga Y Penurunan Harga Y

Silang Barang Mengakibatkan Mengakibatkan

Âs > 0 ­ substitutif ­ X yang diminta ­ X yang diminta menurun

naik

Âs 0 ­ tidak berhubungan­ X yang diminta ­ X yang diminta tetap

tetap

Âs < style=""> ­ komplementer ­ X yang diminta ­ X yang diminta naik

turun

p

Minggu, 28 Maret 2010

Motivasi Seorang Tunanetra dalam Bekerja

Motivasi Seorang Tunanetra dalam Bekerja

Ketika seseorang dilahirkan dengan keterbatasan yang dimilikinya, dengan fisik yang tidak sama dengan orang kebanyakan tentunya dapat mempengaruhi aktifitasnya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, terkadang semua itu menjadi hambatan untuk dapat maju dan bersikap sama dengan orang kebanyakan. Akan tetapi hal tersebut tergantung atau bagaimana individu tersebut memandang dirinya, sering sekali saya melihat seseorang dengan kelainan yang dimilikinya justru malah mampu menunjukkan eksistensinya dihadapan orang banyak dan menghasilkan karya – karya yang bahkan melebihi orang yang mempunyai anggota tubuh lengkap.

Contohnya saja seperti seorang TUNA NETRA yang saya pernah nonton dalam liputan televise yang bernama Eko Rama Ditya Adikara , bahwa Ia adalah seorang tuna netra yang memiliki kelainan pada kedua matanya, Ia tidak mampu melihat akan tetapi sekarang Ia menjadi salah composer lagu pada game raksasa Nintendo.

Ketika saya melihat liputannya, saya melihat ada motivasi didalam dirinya untuk mampu bertahan hidup, mencukupi keluarganya dan menghasilkan suatu karya. Seperti yang dikatakannya “Saya ini (buta) sudah beda (dengan manusia normal), tetapi saya ingin berbeda dari perbedaan itu,” motivasi yang tinggi yang Ia tanamkan pada dirinya sendiri mampu membuat Ia berhasil dan sukses walaupun kecacatan ada pada dirinya.

Pada awalnya Ia hanya membuat sebuah iringan lagu yang menurutnya bagus sekali untuk diiringi sama game. Akan tetapi hasilnya????? Perusahaan game raksasa Nintendo mencarinya dan memintanya untuk menjadi composer buat musik di Super Mario Galaxy. Ia tidak mencari pekerjaan tapi justru pekerjaan lah yang mencarinya, kini Ia diberikan alat – alat yang mampu menunjang Ia dalam berkarya, diberikan fasilitas yang baik dari awalnya Ia hanya membuat sebuah iringan untuk kepuasan dirinya sendiri karena memang dirinya termasuk fanatic game akan tetapi malah berbuah Ia dicari dan diminta untuk menjadi composer sebuah perusahaan besar. Hal itu semua berkat ketekunannya dan motivasi yang dimilikinya. Bahkan sekarang Ia menjadi motivator dan membuat biografi.

Hal ini menurut saya sedikit bertolak belakang dengan diskusi kelompok yang kami lakukan dikelas, bahwa dikatakan sekalipun seseorang memiliki motivasi yang tinggi akan tetapi sulit mendapat pekerjaan (peluang) maka unjuk kerjanya akan tidak ada atau nol.

Dari contoh diatas dapat dilihat bahwa motivasi ternyata mampu menciptakan sebuah peluang, menciptakan sebuah pekerjaan kerena motivasi sesungguhnya modal awal dan suatu proses dimana mampu mendorong seseorang untuk melakukan serangkaian kegiatan yang mengarah ke tercapainya suatu tujuan tertentu atau dapat diartikan sebagai kekuatan (energi) seseorang yang dapat menimbulkan tingkat persistensi dalam melaksanakan suatu kegiatan, baik yang bersumber dari dalam individu maupun dari luar individu. Dimana dalam cerita nyata diatas seorang tuna netra yang hanya sekedar membuat iringan lagu untuk memuaskan dirinya yang termasuk fanatic game akan tetapi malah berbuah Ia dicari dan diminta untuk menjadi composer sebuah perusahaan besar itu terbukti Ia mampu menciptakan sebuah peluang dan mampu mendapatkan pekerjaan.

Selasa, 23 Februari 2010

Hukum Permintaan & Penawaran dalam Ilmu Ekonomi

Hukum Permintaan & Penawaran dalam Ilmu Ekonomi

A. Pengertian/Arti Definisi Permintaan dan Penawaran

Permintaan adalah sejumlah barang yang dibeli atau diminta pada suatu harga dan waktu tertentu. Sedangkan pengertian penawaran adalah sejumlah barang yang dijual atau ditawarkan pada suatu harga dan waktu tertentu.

Contoh permintaan adalah di pasar kebayoran lama yang bertindak sebagai permintaan adalah pembeli sedangkan penjual sebagai penawaran. Ketika terjadi transaksi antara pembeli dan penjual maka keduanya akan sepakat terjadi transaksi pada harga tertentu yang mungkin hasil dari tawar-menawar yang alot.

Contoh penawaran adalah hubungan antara harga kain batik dan jumlah pakaian batik yang akan dijual oleh Ibu Nina, maka ia berencana sebagai berikut:

· bila harga satu kodi pakaian Rp. 450.000 maka ia akan menjual sebanyak 10 kodi

· bila harga satu kodi pakaian Rp. 500.000 maka ia akan menjual sebanyak 15 kodi

· bila harga satu kodi pakaian Rp. 600.000 maka ia akan menjual sebanyak 20 kodi

· bila harga satu kodi pakaian Rp. 650.000 maka ia akan menjual sebanyak 25 kodi

B. Hukum Permintaan dan Hukum Penawaran

Hukum permintaan berbunyi: apabila harga naik maka jumlah barang yang diminta akan mengalami penurunan, dan apabila harga turun maka jumlah barang yang diminta akan mengalami kenaikan. Dalam hukum permintaan jumlah barang yang diminta akan berbanding terbalik dengan tingkat harga barang. Kenaikan harga barang akan menyebabkan berkurangnya jumlah barang yang diminta, hal ini dikarenakan:

· naiknya harga menyebabkan turunnya daya beli konsumen dan akan berakibat berkurangnya jumlah permintaan

· naiknya harga barang akan menyebabkan konsumen mencari barang pengganti yang harganya lebih murah.

Semua terjadi karena semua ingin mencari kepuasan (keuntungan) sebesar-besarnya dari harga yang ada. Apabila harga terlalu tinggi maka pembeli mungkin akan membeli sedikit karena uang yang dimiliki terbatas, namun bagi penjual dengan tingginya harga ia akan mencoba memperbanyak barang yang dijual atau diproduksi agar keuntungan yang didapat semakin besar. Harga yang tinggi juga bisa menyebabkan konsumen/pembeli akan mencari produk lain sebagai pengganti barang yang harganya mahal.

Hukum penawaran berbunyi: bila tingkat harga mengalami kenaikan maka jumlah barang yang ditawarkan akan naik, dan bila tingkat harga turun maka jumlah barang yang ditawarkan turun. Dalam hukum penawaran jumlah barang yang ditawarkan akan berbanding lurus dengan tingkat harga, di hukum penawaran hanya menunjukkan hubungan searah antara jumlah barang yang ditawarkan dengan tingkat harga.

C. Kurva permintaan dan penawaran

Kurva Permintaan

Kurva Permintaan adalah kurva yang menunjukkan hubungan berbagai jumlah barang dan jasa yang dibeli oleh konsumen pada berbagai tingkat harga. Kurva ini akan menghubungkan titik-titik koordinat pada sumbu harga (sumbu Y) dengan sumbu jumlah barang (sumbu X).


Data Permintaan dan Penawaran

Harga

Jumlah permintaan

Jumlah penawaran

Rp. 200,00
Rp. 300,00
Rp. 400,00
Rp. 500,00
Rp. 600,00
Rp. 700,00

900 unit
800 unit
700 unit
600 unit
500 unit
400 unit

300 unit
400 unit
500 unit
600 unit
700 unit
800 unit



Kurva permintaan akan bergerak dari kiri atas ke kanan bawah, maksudnya apabila harga mengalami penurunan, maka jumlah barang dan jasa yang diminta akan mengalami kenaikan. Dari contoh di atas dapat dilihat, bila si ibu membeli telur dari 3kg menjadi 4kg karena harganya turun menjadi Rp. 8.850, maka kita tidak menyebutnya sebagai kenaikan permintaan tetapi kenaikan jumlah barang yang diminta, karena kenaikan masih berada pada pada satu kurva permintaan yang sama.

Kurva penawaran adalah garis yang menghubungkan titik-titik pada tingkat harga dengan jumlah barang/jasa yang ditawarkan.
Kurva penawaran bergerak dari kiri bawah ke kanan atas yang menunjukkan bahwa jika harga barang tinggi, para penjual/produsen akan menjual dalam jumlah yang lebih banyak. Agar lebih jelas, ikuti contoh berikut dengan seksama.

D. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Permintaan (Demand)

1. Perilaku konsumen / selera konsumen
Saat ini handphone blackberry sedang trend dan banyak yang beli, tetapi beberapa tahun mendatang mungkin blackberry sudah dianggap kuno.

2. Ketersediaan dan harga barang sejenis pengganti dan pelengkap
Jika roti tawar tidak ada atau harganya sangat mahal maka meises, selai dan margarin akan turun permintaannya.

3. Pendapatan/penghasilan konsumen
Orang yang punya gaji dan tunjangan besar dia dapat membeli banyak barang yang dia inginkan, tetapi jika pendapatannya rendah maka seseorang mungkin akan mengirit pemakaian barang yang dibelinya agar jarang beli.

4. Perkiraan harga di masa depan
Barang yang harganya diperkirakan akan naik, maka orang akan menimbun atau membeli ketika harganya masih rendah misalnya seperti bbm/bensin.

5. Banyaknya/intensitas kebutuhan konsumen
Ketika flu burung dan flu babi sedang menggila, produk masker pelindung akan sangat laris. Pada bulan puasa (ramadhan) permintaan belewah, timun suri, cincau, sirup, es batu, kurma, dan lain sebagainya akan sangat tinggi dibandingkan bulan lainnya.

E. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Penawaran (Suply)

1. Biaya produksi dan teknologi yang digunakan
Jika biaya pembuatan/produksi suatu produk sangat tinggi maka produsen akan membuat produk lebih sedikit dengan harga jual yang mahal karena takut tidak mampu bersaing dengan produk sejenis dan produk tidak laku terjual. Dengan adanya teknologi canggih bisa menyebabkan pemangkasan biaya produksi sehingga memicu penurunan harga.

2. Tujuan Perusahaan
Perusahaan yang bertujuan mencari keuntungan sebesar-besarnya (profit oriented) akan menjual produknya dengan marjin keuntungan yang besar sehingga harga jual jadi tinggi. Jika perusahaan ingin produknya laris dan menguasai pasar maka perusahaan menetapkan harga yang rendah dengan tingkat keuntungan yang rendah sehingga harga jual akan rendah untuk menarik minat konsumen.

3. Pajak
Pajak yang naik akan menyebabkan harga jual jadi lebih tinggi sehingga perusahan menawarkan lebih sedikit produk akibat permintaan konsumen yang turun.

4. Ketersediaan dan harga barang pengganti/pelengkap
Jika ada produk pesaing sejenis di pasar dengan harga yang murah maka konsumen akan ada yang beralih ke produk yang lebih murah sehingga terjadi penurunan permintaan, akhirnya penawaran pun dikurangi.

5. Prediksi / perkiraan harga di masa depan
Ketika harga jual akan naik di masa mendatang perusahaan akan mempersiapkan diri dengan memperbanyak output produksi dengan harapan bisa menawarkan/menjual lebih banyak ketika harga naik akibat berbagai faktor.



CATUR.NUGROHO

10108454

2 KA 15