Senin, 12 April 2010

Ekonomi mikro

Ekonomi mikro



Model permintaan dan penawaran menjelaskan bagaimana harga beragam sebagai hasil dari keseimbangan antara ketersediaan produk pada tiap harga (penawaran) dengan kebijakan distribusi dan keinginan dari mereka dengan kekuatan pembelian pada tiap harga (permintaan). Grafik ini memperlihatkan sebuah pergeseran ke kanan dalam permintaan dari D1 ke D2 bersama dengan peningkatan harga dan jumlah yang diperlukan untuk mencapai sebuah titik keseimbangan (equibilirium) dalam kurva penawaran (S).

Ilmu ekonomi mikro (sering juga ditulis mikroekonomi) adalah cabang dari ilmu ekonomi yang mempelajari perilaku konsumen dan perusahaan serta penentuan harga-harga pasar dan kuantitas faktor input, barang, dan jasa yang diperjualbelikan. Ekonomi mikro meneliti bagaimana berbagai keputusan dan perilaku tersebut mempengaruhi penawaran dan permintaan atas barang dan jasa, yang akan menentukan harga; dan bagaimana harga, pada gilirannya, menentukan penawaran dan permintaan barang dan jasa selanjutnya. Individu yang melakukan kombinasi konsumsi atau produksi secara optimal, bersama-sama individu lainnya di pasar, akan membentuk suatu keseimbangan dalam skala makro; dengan asumsi bahwa semua hal lain tetap sama (ceteris paribus).

Kebalikan dari ekonomi mikro ialah ekonomi makro, yang membahas aktivitas ekonomi secara keseluruhan, terutama mengenai pertumbuhan ekonomi, inflasi, pengangguran, berbagai kebijakan perekonomian yang berhubungan, serta dampak atas beragam tindakan pemerintah (misalnya perubahan tingkat pajak) terhadap hal-hal tersebut.

Tinjauan umum

Salah satu tujuan ekonomi mikro adalah menganalisa pasar beserta mekanismenya yang membentuk harga relatif kepada produk dan jasa, dan alokasi dari sumber terbatas diantara banyak penggunaan alternatif. Ekonomi mikro menganalisa kegagalan pasar, yaitu ketika pasar gagal dalam memproduksi hasil yang efisien; serta menjelaskan berbagai kondisi teoritis yang dibutuhkan bagi suatu pasar persaingan sempurna. Bidang-bidang penelitian yang penting dalam ekonomi mikro, meliputi pembahasan mengenai keseimbangan umum (general equilibrium), keadaan pasar dalam informasi asimetris, pilihan dalam situasi ketidakpastian, serta berbagai aplikasi ekonomi dari teori permainan. Juga mendapat perhatian ialah pembahasan mengenai elastisitas produk dalam sistem pasar.

Asumsi dan definisi

Teori penawaran dan permintaan biasanya mengasumsikan bahwa pasar merupakan pasar persaingan sempurna. Implikasinya ialah terdapat banyak pembeli dan penjual di dalam pasar, dan tidak satupun diantara mereka memiliki kapasitas untuk mempengaruhi harga barang dan jasa secara signifikan. Dalam berbagai transaksi di kehidupan nyata, asumsi ini ternyata gagal, karena beberapa individu (baik pembeli maupun penjual) memiliki kemampuan untuk mempengaruhi harga. Seringkali, dibutuhkan analisa yang lebih mendalam untuk memahami persamaan penawaran-permintaan terhadap suatu barang. Bagaimanapun, teori ini bekerja dengan baik dalam situasi yang sederhana.

Ekonomi arus utama (mainstream economics) tidak berasumsi apriori bahwa pasar lebih disukai daripada bentuk organisasi sosial lainnya. Bahkan, banyak analisa telah dilakukan untuk membahas beragam kasus yang disebut "kegagalan pasar", yang mengarah pada alokasi sumber daya yang suboptimal, bila ditinjau dari sudut pandang tertentu (contoh sederhananya ialah jalan tol, yang menguntungkan semua orang untuk digunakan tetapi tidak langsung menguntungkan mereka untuk membiayainya). Dalam kasus ini, ekonom akan berusaha untuk mencari kebijakan yang akan menghindari kesia-siaan langsung di bawah kendali pemerintah, secara tidak langsung oleh regulasi yang membuat pengguna pasar untuk bertindak sesuai norma konsisten dengan kesejahteraan optimal, atau dengan membuat "pasar yang hilang" untuk memungkinkan perdagangan efisien dimana tidak ada yang pernah terjadi sebelumnya. Hal ini dipelajari di bidang tindakan kolektif. Harus dicatat juga bahwa "kesejahteraan optimal" biasanya memakai norma Pareto, dimana dalam aplikasi matematisnya efisiensi Kaldor-Hicks, tidak konsisten dnegan norma utilitarian dalam sisi normatif dari ekonomi yang mempelajari tindakan kolektif, disebut pilihan masyarakat/publik. Kegagalan pasar dalam ekonomi positif (ekonomi mikro) dibatasi dalam implikasi tanpa mencampurkan kepercayaan para ekonom dan teorinya.

Permintaan untuk berbagai komoditas oleh perorangan biasanya disebut sebagai hasil dari proses maksimalisasi kepuasan. Penafsiran dari hubungan antara harga dan kuantitas yang diminta dari barang yang diberi, memberi semua barang dan jasa yang lain, pilihan pengaturan seperti inilah yang akan memberikan kebahagiaan tertinggi bagi para konsumen.

Model operasi

Diasumsikan bahwa semua perusahaan mengikuti pembuatan keputusan rasional, dan akan memproduksi pada keluaran maksimalisasi keuntungan. Dalam asumsi ini, ada empat kategori dimana keuntungan perusahaan akan dipertimbangkan:

  • Sebuah perusahaan dikatakan membuat sebuah keuntungan ekonomi ketika average total cost lebih rendah dari setiap produk tambahan pada keluaran maksimalisasi keuntungan. Keuntungan ekonomi adalah setara dengan kuantitas keluaran dikali dengan perbedaan antara average total cost dan harga.
  • Sebuah perusahaan dikatakan membuat sebuah keuntungan normal ketika keuntungan ekonominya sama dengan nol. Keadaan ini terjadi ketika average total cost setara dengan harga pada keluaran maksimalisasi keuntungan.
  • Jika harga adalah di antara average total cost dan average variable cost pada keluaran maksimalisasi keuntungan, maka perusahaan tersebut dalam kondisi kerugian minimal. Perusahaan ini harusnya masih meneruskan produksi, karena kerugiannya akan makin membesar jika berhenti produksi. Dengan produksi terus menerus, perusahaan bisa menaikkan biaya variabel dan akhirnya biaya tetap, tetapi dengan menghentikan semuanya akan mengakibatkan kehilangan semua biaya tetapnya.
  • Jika harga dibawah average variable cost pada maksimalisasi keuntungan, perusahaan harus melakukan penghentian. Kerugian diminimalisir dengan tidak memproduksi sama sekali, karena produksi tidak akan menghasilkan keuntungan yang cukup signifikan untuk membiayai semua biaya tetap dan bagian dari biaya variabel. Dengan tidak berproduksi, kerugian perusahaan hanya pada biaya tetap. Dengan kehilangan biaya tetapnya, perusahaan menemui tantangan. Akan keluar dari pasar seutuhnya atau tetap bersaing dengan risiko kerugian menyeluruh.

Kegagalan pasar

Dalam ekonomi mikro, istilah "kegagalan pasar" tidak berarti bahwa sebuah pasar tidak lagi berfungsi. Malahan, sebuah kegagalan pasar adalah situasi dimana sebuah pasar efisien dalam mengatur produksi atau alokasi barang dan jasa ke konsumen. Ekonom normalnya memakai istilah ini pada situasi dimana inefisiensi sudah dramatis, atau ketika disugestikan bahwa institusi non pasar akan memberi hasil yang diinginkan. Di sisi lain, pada konteks politik, pemegang modal atau saham menggunakan istilah kegagalan pasar untuk situasi saat pasar dipaksa untuk tidak melayani "kepentingan publik", sebuah pernyataan subyektif yang biasanya dibuat dari landasan moral atau sosial.

Empat jenis utama penyebab kegagalan pasar adalah :

  • Monopoli atau dalam kasus lain dari penyalahgunaan dari kekuasaan pasar dimana "sebuah" pembeli atau penjual bisa memberi pengaruh signifikan pada harga atau keluaran. Penyalahgunaan kekuasaan pasar bisa dikurangi dengan menggunakan undang-undang anti-trust.[5]
  • Eksternalitas, dimana terjadi dalam kasus dimana "pasar tidak dibawa kedalam akun dari akibat aktivitas ekonomi didalam orang luar/asing." Ada eksternalitas positif dan eksternalitas negatif. Eksternalitas positif terjadi dalam kasus seperti dimana program kesehatan keluarga di televisi meningkatkan kesehatan publik. Eksternalitas negatif terjadi ketika proses dalam perusahaan menimbulkan polusi udara atau saluran air. Eksternalitas negatif bisa dikurangi dengan regulasi dari pemerintah, pajak, atau subsidi, atau dengan menggunakan hak properti untuk memaksa perusahaan atau perorangan untuk menerima akibat dari usaha ekonomi mereka pada taraf yang seharusnya.
  • Barang publik seperti pertahanan nasional dan kegiatan dalam kesehatan publik seperti pembasmian sarang nyamuk. Contohnya, jika membasmi sarang nyamuk diserahkan pada pasar pribadi, maka jauh lebih sedikit sarang yang mungkin akan dibasmi. Untuk menyediakan penawaran yang baik dari barang publik, negara biasanya menggunakan pajak-pajak yang mengharuskan semua penduduk untuk membayar pda barang publik tersebut (berkaitan dengan pengetahuan kurang dari eksternalitas positif pada pihak ketiga/kesejahteraan sosial).
  • Kasus dimana terdapat informasi asimetris atau ketidak pastian (informasi yang inefisien). Informasi asimetris terjadi ketika salah satu pihak dari transaksi memiliki informasi yang lebih banyak dan baik dari pihak yang lain. Biasanya para penjua yang lebih tahu tentang produk tersebut daripada sang pembeli, tapi ini tidak selalu terjadi dalam kasus ini. Contohnya, para pelaku bisnis mobil bekas mungkin mengetahui dimana mobil tersebut telah digunakan sebagai mobil pengantar atau taksi, informasi yang tidak tersedia bagi pembeli. Contoh dimana pembeli memiliki informasi lebih baik dari penjual merupaka penjualan rumah atau vila, yang mensyaratkan kesaksian penghuni sebelumnya. Seorang broker real estate membeli rumah ini mungkin memiliki informasi lebih tentang rumah tersebut dibandingkan anggota keluarga yang ditinggalkan. Situasi ini dijelaskan pertamakali oleh Kenneth J. Arrow di artikel seminar tentang kesehatan tahun 1963 berjudul "ketidakpastian dan Kesejahteraan Ekonomi dari Kepedulian Kesehatan," di dalam American Economic Review. George Akerlof kemudian menggunakan istilah informasi asimetris pada karyanya ditahun 1970 The Market for Lemons. Akerlof menyadari bahwa , dalam pasar seperti itu, nilai rata-rata dari komoditas cenderung menurun, bahkan untuk kualitas yang sangat sempurna kebaikannya, karena para pembelinya tidak memiliki cara untuk mengetahui apakah produk yang mereka beli akan menjadi sebuah "lemon" (produk yang menyesatkan).

Biaya peluang

Walaupun biaya peluang (opportunity cost) terkadang sulit untuk dihitung, efek dari biaya peluang sangatlah universal dan nyata pada tingkat perorangan. Bahkan, prinsip ini dapat diaplikasikan kepada semua keputusan, dan bukan hanya bidang ekonomi. Sejak kemunculannya dalam karya seorang ekonom Jerman bernama Freidrich von Wieser, sekarang biaya peluang dilihat sebagai dasar dari teori nilai marjinal.

Biaya peluang merupakan salah satu cara untuk melakukan perhitungan dari sesuatu biaya. Bukan saja untuk mengenali dan menambahkan biaya ke proyek, tetapi juga mengenali cara alternatif lainnya untuk menghabiskan suatu jumlah uang yang sama. Keuntungan yang akan hilang sebagai akibat dari alternatif terbaik lainnya; adalah merupakan biaya peluang dari pilihan pertama. Sebuah contoh umum adalah seorang petani yang memilih mengolah pertaniannya dibandingkan dengan menyewakannya ke tetangga. Maka, biaya peluangnya adalah keuntungan yang hilang dari menyewakan lahan tersebut. Dalam kasus ini, sang petani mungkin mengharapkan untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar dari pekerjaan yang dilakukannya sendiri. Begitu juga dengan memasuki universitas dan mengabaikan upah yang akan diterima jika memilih menjadi pekerja, yang dibanding dengan biaya pendidikan, buku, dan barang lain yang diperlukan (sebagai biaya total dari kehadirannya di universitas). Contoh lainnya ialah biaya peluang dari melancong ke Bahamas, yang mungkin merupakan uang untuk pembayaran cicilan rumah.

Perlu diingat bahwa biaya peluang bukanlah jumlah dari alternatif yang ada, melainkan lebih kepada keuntungan dari suatu pilihan alternatif yang terbaik. Biaya peluang yang mungkin dari keputusan sebuah kota membangun rumah sakit di lahan kosong, merupakan kerugian dari lahan untuk gelanggang olahraga, atau ketidakmampuan untuk menggunakan lahan menjadi sebuah tempat parkir, atau uang yang bisa didapat dari menjual lahan tersebut, atau kerugian dari penggunaan-pengguaan lainnya yang beragam - tapi bukan merupakan agregat dari semuanya (ditotalkan). Biaya peluang yang sebenarnya, merupakan keuntungan yang akan hilang dalam jumlah terbesar diantara alternatif-alternatif yang telah disebutkan tadi.

Satu pertanyaan yang muncul dari ini ialah bagaimana menghitung keuntungan dari alternatif yang tidak sama. Kita harus menentukan sebuah nilai uang yang dihubungkan dengan tiap alternatif untuk memfasilitasi pembandingan dan penghitungan biaya peluang, yang hasilnya lebih-kurang akan menyulitkan untuk dihitung, tergantung dari benda yang akan kita bandingkan. Contohnya, untuk keputusan-keputusan yang melibatkan dampak lingkungan, nilai uangnya sangat sulit untuk dihitung karena ketidakpastian ilmiah. Menilai kehidupan seorang manusia atau dampak ekonomi dari tumpahnya minyak di Alaska, akan melibatkan banyak pilihan subyektif dengan implikasi etisnya.

Penerapan ekonomi mikro

Ekonomi mikro yang diterapkan termasuk area besar belajar, banyak diantaranya menggambarkan metode dari yang lainnya. Regulasi dan organisasi industri mempelajari topik seperti masuk dan keluar dari firma, inovasi, aturan merek dagang. Hukum dan Ekonomi menerapkan prinsip ekonomi mikro ke pemilihan dan penguatan dari berkompetisi dengan rezim legal dan efisiensi relatifnya. Ekonomi Perburuhan mempelajari upah, kepegawaian, dan dinamika pasar buruh. Finansial publik (juga dikenal dengan ekonomi publik) mempelajari rancangan dari pajak pemerintah dan kebijakan pengeluaran dan efek ekonomi dari kebijakan-kebijakan tersebut (contohnya, program asuransi sosial). Ekonomi kesehatan mempelajari organisasi dari sistem kesehatan, termasuk peran dari pegawai kesehatan dan program asuransi kesehatan. Politik ekonomi mempelajari peran dari institusi politik dalam menentukan keluarnya sebuah kebijakan. Ekonomi kependudukan, yang mempelajari tantangan yang dihadapi oleh kota-kota, seperti gepeng, polusi air dan udara, kemacetan lalu-lintas, dan kemiskinan, digambarkan dalam geografi kependudukan dan sosiologi. Finansial Ekonomi mempelajari topik seperti struktur dari portofolio yang optimal, rasio dari pengembalian ke modal, analisa ekonometri dari keamanan pengembalian, dan kebiasaan finansial korporat. Bidang Sejarah ekonomi mempelajari evolusi dari ekonomi dan institusi ekonomi, menggunakan metode dan teknik dari bidang ekonomi, sejarah, geografi, sosiologi, psikologi dan ilmu politik.

EKONOMI SYARIAH

EKONOMI SYARIAH


Ekonomi syariah merupakan ilmu pengetahuan sosial yang mempelajari masalah-masalah ekonomi rakyat yang dilhami oleh nilai-nilai Islam. Ekonomi syariah atau sistim ekonomi koperasi berbeda dari kapitalisme, sosialisme, maupun negara kesejahteraan (Welfare State). Berbeda dari kapitalisme karena Islam menentang eksploitasi oleh pemilik modal terhadap buruh yang miskin, dan melarang penumpukan kekayaan. Selain itu, ekonomi dalam kaca mata Islam merupakan tuntutan kehidupan sekaligus anjuran yang memiliki dimensi ibadah.

Perbedaan ekonomi syariah dengan ekonomi konvensional

Krisis ekonomi yang sering terjadi ditengarai adalah ulah sistem ekonomi konvensional, yang mengedepankan sistem bunga sebagai instrumen provitnya. Berbeda dengan apa yang ditawarkan sistem ekonomi syariah, dengan instrumen provitnya, yaitu sistem bagi hasil. Sistem ekonomi syariah sangat berbeda dengan ekonomi kapitalis, sosialis maupun komunis. Ekonomi syariah bukan pula berada ditengah-tengah ketiga sistem ekonomi itu. Sangat bertolak belakang dengan kapitalis yang lebih bersifat individual, sosialis yang memberikan hampir semua tanggungjawab kepada warganya serta komunis yang ekstrim, ekonomi Islam menetapkan bentuk perdagangan serta perkhidmatan yang boleh dan tidak boleh di transaksikan. Ekonomi dalam Islam harus mampu memberikan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat, memberikan rasa adil, kebersamaan dan kekeluargaan serta mampu memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada setiap pelaku usaha.

Ciri khas ekonomi syariah

Tidak banyak yang dikemukakan dalam Al Qur'an, dan hanya prinsip-prinsip yang mendasar saja. Karena alasan-alasan yang sangat tepat, Al Qur'an dan Sunnah banyak sekali membahas tentang bagaimana seharusnya kaum Muslim berprilaku sebagai produsen, konsumen dan pemilik modal, tetapi hanya sedikit tentang sistem ekonomi. Sebagaimana diungkapkan dalam pembahasan diatas, ekonomi dalam Islam harus mampu memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada setiap pelaku usaha. Selain itu, ekonomi syariah menekankan empat sifat, antara lain:

  1. Kesatuan (unity)
  2. Keseimbangan (equilibrium)
  3. Kebebasan (free will)
  4. Tanggungjawab (responsibility)

Manusia sebagai wakil (khalifah) Tuhan di dunia tidak mungkin bersifat individualistik, karena semua (kekayaan) yang ada di bumi adalah milik Allah semata, dan manusia adalah kepercayaannya di bumi. Didalam menjalankan kegiatan ekonominya, Islam sangat mengharamkan kegiatan riba, yang dari segi bahasa berarti "kelebihan". Dalam Al Qur'an surat Al Baqarah ayat 275 disebutkan bahwa Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba...

konsep-konsep elastisitas

konsep-konsep elastisitas

Pengertian Elastisitas

Salah satu pokok bahasan yang palin penting dari aplikasi ekonomi adalah konsep elastisitas. Pemahaman dari elastisitas harga dari permitaan Dan penawaran membantu para ahli ekonomi untuk menjawab suatu pertanyaan, yakni apa yang akan terjadi terhadap permintaan Dan penawaran, jika ada perubahan harga? Apa yang terjadi pada “keseimbangan harga” bila faktor-faktor yang mempengaruhi kurva demand Dan kurva supply beubah? Dan berapa besar pengaruhnya?

Untuk menjawab ini pakailah konsep elastisitas.

Secara umum, elastisitas adalah suatu pengertian yang menggambarkan derajat kepekaan/respon dari julah barang yang diminta/ ditawarkan akibat perubahan faktor yang mempengaruhinya.



3.2. Elastisitas Permintaan

Elastisitas harga permintaanadalah suatu alat/konsep yang digunakan untuk mengukur derajat kepekaan/ respon perubahan jumlah/ kualitas barang yang dibeli sebagai akibat perubahan faktor yang mempengaruhi.

Dalam hal ini pada dasrnya ada tiga variabel utama yang mempengaruhi, maka dikenal tiga elastisitas permintaan, yahitu :

1. elastisitas harga permintaan
2. elastisitas silang
3. elastisitas pendapatan



3.2.1. Elastisitas Harga Permintaan (the price elasticity of demand)

Elastisitas harga permintaan adalah derajat kepekaan/ respon jumlah permintaan akibat perubahan harga barang tersebut atau dengan kata lain merupakan perbadingan daripada persentasi perubahan jumlah barang yang diminta dengan prosentase perubahan pada harga di pasar, sesuai dengan hukum permintaan, dimana jika harga naik, maka kuantitas barang turun Dan sebaliknya.

Sedangkan tanda elastisitas selalu negatif, karena sifat hubungan yang berlawanan tadi, maka disepakati bahwa elastisitas harga ini benar indeksnya/koefisiennya dapat kurang dair, dama dengan lebih besar dari satu Dan merupakan angka mutlak (absolute), sehingga permintaannya dapat dikatakan :

1. Tidak elastisitas (in elastic)
2. Unitari (unity) dan
3. Elastis (elastic)

Dengan bentuk rumus umum sebagai berikut :



Δ Q ΔP Δ Q P

Eh : atau Eh = X

Q P ΔP Q

Dimana :

Eh adalah elastisitas harga permintaan

Q adalah Jumlah barang yang diminta

P adalah harga barang tersebut

Δ adalah delta atau tanda perubahan.

Hasil akhir dari elastisitas tersebut memberikan 3 kategori :

1. Apabila perubahan harga (ΔP) mengakibatkan perubahan yang lebih besar dari jumlah barnag yang diminta (Δ Q), sisebut dengan elastisitas yang elastis (elastic), dimana besar koefisiennya adalah besar dari satu (Eh.1). Nemtuk kurva permintaannya lebih landai. [ % ΔP < % Δ Q]. 2. Apabila persentase perubahan harga (% ΔP) sama besarnya dengan persentase perubahan jumlah barang yang diminta (% Δ Q), disebut dengan elastisitas yang unity (unitari), dimana besar koefisiennnya adalah sama dengan satu (eh=1), bentuk kurva permintaannya membentuk sudut 45 derajat dari titik asal [% ΔP = % Δ Q]. 3. Apabila persentase perubahan harga (% ΔP) mengakibatkan perubahan kenaikan jumlah barang yang diminta (% Δ Q) yang lebih kecil,disebut dengan elastisitas yang in elastic dimana besar keofisiennya lebih kecil dari satu (Eh<1).> % Δ Q].

Pembagian kedalam tiga kategori tersebut disebabkan karena perbedaan total penerimaan (Total Renenue)nya sebagai akibat perubahan harga masing-masing kategori.

Pada suatu kurva permintaan akan terdapat ketiga keadan tersebut, tergantung dititik mana mengjkurnya. Pada harga tinggi, elastisitasnya lebih besar dari satu atau elastis, pada harga yang rendah elastisitasnya kurang dari satu atau tidak elastis (in elastic), sedangkan titik tengah dari kurva permintaan mempunya elastisitas sama dengan satu atau unity (unitari),

Disamping tiga bentuk elastisitasharga permintaan diatas, ada dua lagi elastisitas harga permintaan, yaitu :

1. Permintaan yang elastis sempurna (perfectly Elastic), ini merupakan tingkat yang paling tinggi dari kemungkinan elastisitas, dimana respon yang paling besar dari jumlahbarang yang diminta terhadap harga, bentuk kurva permintaannya merupakan garis horizontal dengan sempurna sejajar dengan sumbu gabris horizontal dengan sempurna sejajar dengan sumbu datar, besar elastisitasnya tidak berhingga (Eh =ς) pada kondisi ini berapapun jumlah permintaan, harga tidak berubah atau pada tingkat harga yang jumlah permintaan dapat lebih banyak.
2. Kurva permintaan yang tidak elastis sempurna (perfectly inelastic), ini merupakan tingkat paling rendah dari elastisitas, dimana respon yang jumlah permintaan barang terhadap perubahan harga adalah sangat kecil, bentuk kurva permintaannya vertikal dengan sempurna sejajar dengan sumbu tegak, besar koefisien elastisitasnya adalah nol (Eh = 0), artinya bagaimanapun harga tinggi, konsumen tidak akan mengurangi jumlah permintaannya.

Masing-masing bentuk kurva elastisitas harga tersebut,

Faktor Yang Mempengaruhi Elastisitas Harga Permintaan

Elastisitas harga permintaan mengukur tingkat reaksi konsumer terhadap perubahan harga. Elastisitas ini dapat menceritakan pada produsen apa yang terjadi terhadap penerimaan penjualan mereka, jika mereka merubah strategi harga, apakah kenaikan/menurunkan jumlah barang yang akan dijualnya.



Ada beberapa faktor yang menentukan elastisitas harga permintaan :

1. Tersedia atau tidaknya barang pengganti di pasar
2. Jumlah pengguna/tingkat kebutuhan dari barang tersebut
3. Jenis barang dan pola preferensi konsumen
4. Periode waktu yang tersedia untuk menyesuaikan terhadap perubahan harga/periode waktu penggunaan barang tersebut.
5. Kemampuan relatif anggaran untuk mengimpor barang



Elastisitas akan besar bilamana :

1. terdapat banyak barang subsitusi yang baik
2. harga relatif tinggi
3. ada banyak kemungkinan-kemungkinan penggunaan barang lain



Elastisitas umumnya akan kecil, bilamana :

1. benda tersebut digunakan dengan kombinasi benda lain
2. barang yang bersangkutan terdapat dalam jumlah banyak, dan dengan harga-harga yang rendah.
3. Untuk barang tersebut tidak terdapat barang-barang substitusi yang baik, Dan benda tersebut sangat dibutuhkan.



3.2.2. Elastisitas Silang (The Cross Price Elasticity of demand)

Permintaan konsumen terhadap suatu barang tidak hanya tergantung pada harga barang tersebut. Tetapi juga pada preferensi konsumen, harga barang subsitusi dan komplementer Dan juga pendapatan.

Para ahli ekonomi mencoba mengukur respon/reaksi permintaan terhadap harga yang berhubungan dengan barang tersebut, disebut dengan elastisitas silang (Cross Price Elasticity of demand)

Perubahan harga suatu barang akan mengakibatkan pergeseran permintaan kepada produk lain, maka elastisitas silang (Exy) adalah merupakan persentase perubahan permintaan dari barang X dibagi dengan persentase perubahan harga dari barang Y

Apabila hubungan kedua barang tersebut (X dan Y) bersifat komplementer (pelengkap) terhadap barang lain itu, maka tanda elastisitas silangnya adalah negatif, misalnya kenaikan harga tinta akan mengakibatkan penurunan permintaan terhadap pena.

Apabila barang lain tersebut bersifat substitusi (pengganti) maka tanda elastisitas silangnya adalah positif, misalnya kenaikan harga daging ayam akan mengakibatkan kenaikan jumlah permintaan terhadap daging sapi Dan sebaliknya.



Bentuk umum dari Elastisitas silang adalah :

ΔQx Py

Es = ——- x ——- > 0 Substitusi

Δ Px Qx



Δ Qy Px

Es = ——- x ——- < em =" ——-" em =" ——–" em=" 1">1 (Elastis), maka orang akan membelanjakan bahagian yang lebih besar dari pendapatan terhadap barang.

Jika pendapatan naik; jika Em <> 1)

(b) In Elastis (Es < es =" 1)." es =" ~" es =" 0)." eh ="ς)" eh =" 0)," st="on">Ada beberapa faktor yang menentukan elastisitas harga permintaan : 1. Tersedia atau tidaknya barang pengganti di pasar 2. Jumlah pengguna/tingkat kebutuhan dari barang tersebut 3. Jenis barang dan pola preferensi konsumen 4. Periode waktu yang tersedia untuk menyesuaikan terhadap perubahan harga/periode waktu penggunaan barang tersebut. 5. Kemampuan relatif anggaran untuk mengimpor barang Elastisitas akan besar bilamana : 1. terdapat banyak barang subsitusi yang baik 2. harga relatif tinggi 3. ada banyak kemungkinan-kemungkinan penggunaan barang lain Elastisitas umumnya akan kecil, bilamana : 1. benda tersebut digunakan dengan kombinasi benda lain 2. barang yang bersangkutan terdapat dalam jumlah banyak, dan dengan harga-harga yang rendah. 3. Untuk barang tersebut tidak terdapat barang-barang substitusi yang baik, Dan benda tersebut sangat dibutuhkan. 3.2.2. Elastisitas Silang (The Cross Price Elasticity of demand) Permintaan konsumen terhadap suatu barang tidak hanya tergantung pada harga barang tersebut. Tetapi juga pada preferensi konsumen, harga barang subsitusi dan komplementer Dan juga pendapatan. Para ahli ekonomi mencoba mengukur respon/reaksi permintaan terhadap harga yang berhubungan dengan barang tersebut, disebut dengan elastisitas silang (Cross Price Elasticity of demand) Perubahan harga suatu barang akan mengakibatkan pergeseran permintaan kepada produk lain, maka elastisitas silang (Exy) adalah merupakan persentase perubahan permintaan dari barang X dibagi dengan persentase perubahan harga dari barang Y Apabila hubungan kedua barang tersebut (X dan Y) bersifat komplementer (pelengkap) terhadap barang lain itu, maka tanda elastisitas silangnya adalah negatif, misalnya kenaikan harga tinta akan mengakibatkan penurunan permintaan terhadap pena. Apabila barang lain tersebut bersifat substitusi (pengganti) maka tanda elastisitas silangnya adalah positif, misalnya kenaikan harga daging ayam akan mengakibatkan kenaikan jumlah permintaan terhadap daging sapi Dan sebaliknya. Bentuk umum dari Elastisitas silang adalah : ΔQx Py Es = ——- x ——- > 0 Substitusi

Δ Px Qx



Δ Qy Px

Es = ——- x ——- < em =" ——-" em =" ——–" em=" 1">1 (Elastis), maka orang akan membelanjakan bahagian yang lebih besar dari pendapatan terhadap barang.

Jika pendapatan naik; jika Em <> 1)

(b) In Elastis (Es < es =" 1)." es =" ~" es =" 0)." tr =" P"> 1;

c) Bilamana P dinaikkan atau diturunkan, sedangkan TR sama saja, maka permintaan bersifat elastis kesatuan (unity) atau jika TR tidak berobah, ketika P berobah, maka Eh = 1.



Jadi ada dua cara untuk menentukan apakah permintaan tersebut adalah Elastis, In elastis atau Unity, yaitu cara :

1) Metode Perhitungan Koefisien Elastisitas harga dari permintaan yang diperoleh dari informasi P dan Q.

Observasi apa yang akan terjadi terhadap Total Penerimaan/Total Revanue (TR), apabila P berobah dan pengujian total penerimaan (Total Revanue Test), tapi cara kedua ini tidak memberikan suatu nilai koefisien.

TEORI PERILAKU KONSUMEN

TEORI PERILAKU KONSUMEN

Perilaku konsumen :
Adalah tingkah laku dari konsumen, dimana mereka dapat mengilustrasikan pencarian untuk membeli, menggunakan, mengevaluasi dan memperbaiki suatu produk dan jasa mereka. Focus dari perilaku konsumen adalah bagaimana individu membuat keputusan untuk menggunakan sumber daya mereka yang telah tersedia untuk mengkonsumsi suatu barang.

Dalam melakukan kegiatan konsumsinya, perilaku konsumen dituntun oleh tujuannya untuk memperoleh kepuasan. Terdapat beberapa pendekatan permintaan individu yaitu :

Ada 2 cara pendekatan yaitu :
1.Pendekatan Cardinal
2.Pendekatan Ordinal

1. Pendekatan kardinal , asumsi dasarnya:
a.Kepuasan konsumsi dapat diukur dengan satuan ukur, util
b.Makin banyak barang dikonsumsi makin besar kepuasan
c.Terjadi hukum The law of deminishing Marginal Utility pada tambahan kepuasan setiap satu satuan. Setiap tambahan kepuasan yang diperoleh dari setiap unit tambahan konsumsi semakin kecil. ( Mula – mula kepuasan akan naik sampai dengan titik tertentu atau saturation point tambahan kepuasan akan semakin turun ). Hukum ini menyebabkan terjadinya Downward sloping MU curva. Tingkat kepuasan yang semakin menurun ini dikenal dengan hukum Gossen.
d.Tambahan kepuasan untuk tambahan konsumsi 1 unit barang bisa dihargai dengan uang, sehingga makin besar kepuasan makin mahal harganya. Jika konsumen memperoleh tingkat kepuasan yang besar maka dia akan mau membayar mahal, sebaliknya jika kepuasan yang dirasakan konsumen redah maka dia hanya akan mau membayar dengan harga murah.
Pendekatan kardinal biasa disebut sebagai Daya guna marginal
Asumsi seorang konsumen
1.Konsumen harus rasional yaitu menginginkan kepuasan maksimal.
2.Konsumen punya preferensi jelas akan barang dan jasa
3.Terdapat kendala anggaran.

PENGERTIAN EKONOMI

PENGERTIAN EKONOMI


Ekonomi adalah sistem aktivitas manusia yang berhubungan dengan produksi, distribusi, pertukaran, dan konsumsi barang dan jasa. Kata "ekonomi" sendiri berasal dari kata Yunani οκος (oikos) yang berarti "keluarga, rumah tangga" dan νόμος (nomos), atau "peraturan, aturan, hukum," dan secara garis besar diartikan sebagai "aturan rumah tangga" atau "manajemen rumah tangga." Sementara yang dimaksud dengan ahli ekonomi atau ekonom adalah orang menggunakan konsep ekonomi dan data dalam bekerja. Ilmu yang mempelajari ekonomi disebut sebagai ilmu ekonomi.

ANALISA PERMINTAAN

ANALISA PERMINTAAN

I. Pengertian :

1. Permintaan Efektif

Permintaan yang didukung oleh daya beli (Purchasing Power).

2. Permintaan Absolut

Permintaan yang didasarkan pada keinginan belaka.

II. Permintaan Individu vs Permintaan Pasar

Pada dasarnya Permintaan Pasar / Market Demand merupakan resultante dari

seluruh permintaan individu.

III. Fungsi Permintaan vs Kurva Permintaan

Fungsi Permintaan : menunjukkan hubungan yang ada antara jumlah barang

yang diminta dengansemua factor yang mempengaruhinya.

Kurva Permintaan : menunukkan hubungan antara jumlah suatu barang yang

diminta dengan suatu barang yang diminta dengan harga

barang tersebut, cateris paribus.

Kesimpulan :

Kurva Permintaan merupakan sebagian dari fungsi permintaan dimana variable­

variabel lain dianggap tetap kecuali harga barang yang bersangkutan.

IV. Beberapa Variabel Yang Menentukan Permintaan

1. Variabel Strategis

Variabel yang dapat digunakan untuk mempengaruhi permintaan secara

langsung, oleh karena itu variable ini disebut juga variable yang dapat

dikontrol (Controllable Variable)

2. Variabel Konsumen

3. Variabel Pesaing

4. Variabel Lain

Secara Matematis

Qx ( Px, Ax, Dx, Ox, Yc, Te, Ee, Py, Ay, Dy, Oy, G, N, W,…)

fl fl fl fl

Variabel Variabel Variabel Variabel

Strategis Konsumen Pesaing Lain

fl ? fl ?

Controllable U n c o t r o l l a b l e

Variables V a r i a b l e s

Qx Jumlah barang yang diminta

Px Harga barang x

Ax Advertensi barang x

Dx Design / style barang x

Ox Outlet / saluran distribusi barang x

Yc Income consumen

Tc Selera konsumen

Ec Ekspektasi konsumen

Py Harga barang lain ( Substitute & Complements )

Ay Advertensi dari barang lain yang terkait

Oy Saluran distribusi dari barang lain yang terkait

G Kebijaksanaan pemerintah, Industrial Strategy

N Jumlah penduduk

W Cuaca

V. Bentuk Fungsi Permintaan

Berdasarkan hasil pengumpulan data dan analisisnya, bentuk fungsi

permintaan dapat berupa :

1. Fungsi Linier : qx a + b1 Px + b2 Py + b3 Ax + b4 Ay + ……

b b b

2. Fungsi non linier : qx a Px N Ox

1 2 3

dimana :

Qx Jumlah barang yang diminta.

a Bagian dari jumlah barangyang diminta yang ditentukan oleh variable

selain dari yang sudah dimasukkan sebagai variable penentu dalam

fungsi tersebut.

b Koefisien fungsi permintaan yang menunjukkan dampak marginal dari

masing­masing variable bebas terhadap jumlah barang yang diminta.

P Harga.

N Populasi.

· Outlet.

A Advertensi

Contoh :

Qx 5030 ­ 3806,2Px + 1458,5Py + 256,6Ax ­ 32,3Ay + 0,18Yc

Bila nilai variable bebas adalah :

Px Rp. 8 , Py 6 , Ax 168

Ay 182 , Yc 12875

Maka jumlah penjualan barang x :

Qx 5030 – 3806,2 (8) + 1458,5 (6) + 256,6 (168) ­ 32,3 (182) + 0,18

(12875)

5030– 30449,6 + 8751 + 43108,8 ­ 5878,6 + 2317,5

22879,1 Satuan

VI. Membuat Kurva Permintaan Atas Dasar Fungsi Permintaan

Kurva permintaan adalah suatu kasus khusus dari fungsi permintaan

dengan menganggap semua variabel lain konstant, kecuali tingkat harga barang

yang bersangkutan. Oleh karena itu kita dapat menuliskan fungsi permintaan

sebagai Qx a + bPx, dimana a mencakup pengaruh nilai semua variable bebas

dan variable residu (a).

Misalnya : Dalam contoh di atas

a 5030 + 8751 + 43108,8 ­ 5878,6 + 2317,5

53.328,7

Sehingga fungsi permintaan menjadi :

Qx 53.328,7 ­ 3806,2 Px

3,8062 Px 53,328 ­ Qx

Px 53,328 _ 1__ Qx

3,8062 3,8062

Px 14,011 ­ 0,26273 Qx

Px

8 Px 14,011 ­ 0,26273 Qx

5

0 Qx

VII. Perubahan Permintaan Vs Perubahan Jumlah Yang Diminta

Perubahan jumlah yang diminta (Movement Along Demand Curve) terjadi akibat

adanya Perubahan harga. Dengan demikian hanya jumlahnya saja yang berubah

sedangkan kurvanya tetap.

Perubahan kurva permintaan atau lebih sering disebut perubahan permintaan (Shift

in Demand) adalah perubahan yang terjadi pada variabel­variabel di luar variabel

harga (selera, pendapatan, etc)

D2 D D1

P

Q2 Q Q1

VIII.Kaitan Antara Harga, Total Revenue & Marginal Revenue

TR Px . Qx

Padahal : Px = a + bQx

Maka : TR (a + bQx) Qx

2

aQx + bQ x

Sehingga : MR d_( TRx )

d ( Qx )

a + 2bQx

a Intersep

b Slope

Contoh :

Px 14,011 ­ 0,26273 Qx

MR a + 2 bQx

14,011 + 2 (­0,26273) Qx

14,011 ­ 0,52546 Qx

IX. Konsep Elastisitas Kekuatan­kekuatan Pasar

Sisi Perhitungan Variabel­variabel Variabel­variabel

Pasar yang langsung yang tidak langsung

mempengaruhi mempengaruhi

Harga

Selera

Titik Income

Demand Pembeli

Busur Harga barang lain

Pendapatan

ELASTISITAS

Harga

Titik Biaya produksi Teknik produksi

Supply Harga barang lain Harga sumber

Busur Banyaknya penjual Pajak & subsidi

Inspektasi harga

Elastisitas titik pada dasarnya hanya mengukur jarak diantara titik­titik tertentu.

Sifatnya lebih spesifik.

Elastisitas Harga / Price Elasticity ofDemand

E _ Qx . Px

Px Qx

Elastisitas Harga ­ Permintaan :

Perubahan persentase jumlah barang yang diminta sebagai akibat adanya

perubahan harga.

Karena hubungan antara harga dan jumlah adalah terbalik / tidak searah maka

koefisien elastisitasnya adalah negatif.

Permintaan dikatakan elastis apabila ? > 1, tidak elastis apabila <>

apabila 1.

Contoh :

Qx 20 ­ ¾ Px, maka Px 8 dan Qx 14 akan didapat koefisien

elastisitasnya :

Px (20 ­ Qx) / ¾ 26,67 ­ 0,75

_ Qx . Px __1___ . _8_ 16 0,76

Px Qx ­0,75 14 21

Dalam prakteknya adalah sulit bagi perusahaan untuk mengetahui kurva

permintaannya kecuali kalau perusahaan tersebut merubah­ubah harga barang

yang dihasilkannya. Disamping itu perubahan harga yang kecil sekali tidak akan

menarik perhatian konsumen, kecuali kalau perubahannya besar. Oleh sebab itu

elastisitas busur akan lebih tepat digunakan. Elastisitas busur menggambarkan

interval sepanjang kurva permintaan.

Elastisitas Busur / Arc Elasticity

 arc qx x (P_+_P)_/_2

1 2

Px (q + q) / 2

1 2

Contoh :

Sebuah toko menjual dagangannya dengan harga $ 8 /unit dengan Q 32 unit.

Ketika harga diturunkan $ 7 /unit, permintaan melonjak menjadi 44 unit. Berapa

elastisitas barang tersebut, Cateris Paribus ?

Jawab :

qx Q1 ­ Q2 32 ­ 44 ­12 ­12

Px P1 ­ P2 8 ­ 7 1

arc Q ­ Q x P + P_ ­12 . _8_+__7_ ­12 . 15

1 2 1 2

P1 ­ P2 Q1 + Q2 32 + 44 76

­2,368

Implikasi Elastisitas Terhadap Harga Optimal

Bila contoh tersebut diperluas dengan data MC $ 5 /unit. Apakah harga

yang berlaku saat ini ( $ 7 ) telah mencerminkan keuntungan yang maksimum ?

Jawab :

Px a + b Qx , dimana P $ 7

Qx 44 unit

b Px _1_ 0,08333

Qx ­12

7 a ­ 0,08333 (44) fi a 10,6667

Px 10,6667 ­ 0,08333 Qx

MR a + 2 bQx

10,6667 + 2 (­ 0,08333 Qx )

10,6667 ­ 0,166667 Qx

MR MC 0

5 10,6667 ­ 0,166667 Qx

­5,6667 ­0,16667 Qx

Qx 34 unit

p max terjadi bila MR MC

Px = 10,6667 ­ 0,08333 ( 34 )

10,6667 ­ 2,8333

7,8333

Jadi harga jual $ 7 belum mencerminkan keuntungan yang optimal

Pada soal yang sama, berapakah tingkat harga dan kuantitas barang yang harus

dijual agar pendapatan menjadi maksimum ?

Jawab :

Syarat TR max fi MR 0

0 10,6667 ­ 0,16667 Qx

Qx 10,6667 64

0,16667

Px 10,6667 ­ 0,08333 Qx

10,6667 ­ 0,08333 ( 64 )

5,333

Elastisitas Penghasilan– Permintaan

Elastisitas penghasilan – permintaan dapat didefinisikan sebagai persentase

perubahan dalam jumlah barang yang diminta (Qx) dibagi dengan persentase

perubahan dalam penghasilan ( I ), Ceteris Paribus.

 I % qx qx / Qx

% I I / I

= Qx . _I _

I Q

 I arc Q ­ Q . _I + I

1 2 1 2_

I ­ I Q + Q

1 2 1 2

Dengan mengetahui besarnya koefisien elastisitas penghasilan, Kita dapat

mengelompokkan barang­barang ke dalam barang mewah, barang normal atau

pun barang inferior.

Bila  I > 1 dan positif (+), maka barang itu barang mewah

 I <>

 I > 0 dan negatif (­), maka barang itu barang inferior

Contoh :

Qx 5030 ­ 3806,2 Px + 1458,5 Py + 256,6 Ax ­ 32,3 Ay + 0,18 Yc

dimana : Yc income percapita 12.875

Qx = 22879,1 ­­ lihat perhitungan sebelumnya

 I Qx . I__ 0,18 . 12.875_

QI Qx 22.879,5

0,101

Contoh :

Income perkapita suatu negara $ 15.650 dan permintaan terhadap suatu barang

36.000 unit / bulan. Bila terjadi kenaikan pendapatan sebesar 17.215 dan terjadi

kenaikan permintaan sebesar 40.320 unit. Berapa elastisitasnya ?

Jawab :

 I arc Q ­ Q . _I + I 36.000 ­ 40.320 . 15.650 + 17.215

1 2 1 2_

I1 ­ I2 Q1 + Q2 15.650 ­ 17.215 36.000 + 40.320

_ _4.320 . 32.865

1.565 76.320

1,189

Implikasi terhadap perusahaan :

Apabila elastisitas penghasilan lebih besar dari 1, artinya permintaan

terhadap barang tersebut akan berkembang lebih cepat dari pada penghasilan

konsumen, tetapi juga menunjukkan adanya gejolak yang tinggi akan fluktuasi

permintaan bila terjadi fluktuasi tingkat penghasilan.

ELASTISITAS SILANG / CROSS ELASTICITY

Elastisitas silang menunjukkan tanggapan atas jumlah barang yang diminta

terhadap perubahan harga barang lain yang mempunyai hubungan dengan barang

tersebut. Hubungan tersebut dapat bersifat pengganti, dapat pula bersifat

pelengkap.

 s % Qx Qx . Py_

% Py Py Qx

Rumus elastisitas busurnya :

 S arc Q ­ Q . P + P_

1 2 1 2

P ­ P Q + Q

1 2 1 2

Apabila barang tersebut bersifat substantif maka koefisien elastisitas silang

bernilai positif, dan apabila barang­barang itu bersifat komplementer, maka

koefisien elastisitas silangnya bernilai negatif.

IKHTISAR : ELASTISITAS

INTERPRETASI ELASTISITAS HARGA ( dQ / Q )

( dP / P )

Nilai Sebutan Kenaikan Harga Penurunan Harga Akan

Elastisitas Akan Mengakibatkan

Mengakibatkan

 h < style=""> Inelastis ­penerimaan naik ­penerimaan menurun

 h 1 unitary elasticity ­penerimaan tetap ­penerimaan tetap

 h > 1 elastis ­penerimaan turun ­penerimaan naik

INTERPRETASI ELASTISITAS PENDAPATAN ( dQ / Q)

( DY / Y )

Nilai Sebutan Kenaikan Harga Penurunan Harga Akan

Elastisitas Akan Mengakibatkan

Mengakibatkan

 I < style=""> ­ inferior ­ jumlah diminta ­ jumlah diminta naik

menurun

0 <ÂI < style=""> ­ kebutuhan pokok ­ jumlah diminta naik ­ jumlah diminta menurun

dengan persentase denganpersentase lebih

lebih rendah rendah

1 <ÂI ­ mewah ­ jumlah diminta naik ­ jumlah diminta menurun

dengan persentase dengan persentase lebih

lebih tinggi tinggi

INTERPRETASI ELASTISITAS SILANG (dQx / Qx)

( dPy / Py )

Nilai Elastisitas Hubungan antar Kenaikan Harga Y Penurunan Harga Y

Silang Barang Mengakibatkan Mengakibatkan

Âs > 0 ­ substitutif ­ X yang diminta ­ X yang diminta menurun

naik

Âs 0 ­ tidak berhubungan­ X yang diminta ­ X yang diminta tetap

tetap

Âs < style=""> ­ komplementer ­ X yang diminta ­ X yang diminta naik

turun

p

Minggu, 28 Maret 2010

Motivasi Seorang Tunanetra dalam Bekerja

Motivasi Seorang Tunanetra dalam Bekerja

Ketika seseorang dilahirkan dengan keterbatasan yang dimilikinya, dengan fisik yang tidak sama dengan orang kebanyakan tentunya dapat mempengaruhi aktifitasnya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, terkadang semua itu menjadi hambatan untuk dapat maju dan bersikap sama dengan orang kebanyakan. Akan tetapi hal tersebut tergantung atau bagaimana individu tersebut memandang dirinya, sering sekali saya melihat seseorang dengan kelainan yang dimilikinya justru malah mampu menunjukkan eksistensinya dihadapan orang banyak dan menghasilkan karya – karya yang bahkan melebihi orang yang mempunyai anggota tubuh lengkap.

Contohnya saja seperti seorang TUNA NETRA yang saya pernah nonton dalam liputan televise yang bernama Eko Rama Ditya Adikara , bahwa Ia adalah seorang tuna netra yang memiliki kelainan pada kedua matanya, Ia tidak mampu melihat akan tetapi sekarang Ia menjadi salah composer lagu pada game raksasa Nintendo.

Ketika saya melihat liputannya, saya melihat ada motivasi didalam dirinya untuk mampu bertahan hidup, mencukupi keluarganya dan menghasilkan suatu karya. Seperti yang dikatakannya “Saya ini (buta) sudah beda (dengan manusia normal), tetapi saya ingin berbeda dari perbedaan itu,” motivasi yang tinggi yang Ia tanamkan pada dirinya sendiri mampu membuat Ia berhasil dan sukses walaupun kecacatan ada pada dirinya.

Pada awalnya Ia hanya membuat sebuah iringan lagu yang menurutnya bagus sekali untuk diiringi sama game. Akan tetapi hasilnya????? Perusahaan game raksasa Nintendo mencarinya dan memintanya untuk menjadi composer buat musik di Super Mario Galaxy. Ia tidak mencari pekerjaan tapi justru pekerjaan lah yang mencarinya, kini Ia diberikan alat – alat yang mampu menunjang Ia dalam berkarya, diberikan fasilitas yang baik dari awalnya Ia hanya membuat sebuah iringan untuk kepuasan dirinya sendiri karena memang dirinya termasuk fanatic game akan tetapi malah berbuah Ia dicari dan diminta untuk menjadi composer sebuah perusahaan besar. Hal itu semua berkat ketekunannya dan motivasi yang dimilikinya. Bahkan sekarang Ia menjadi motivator dan membuat biografi.

Hal ini menurut saya sedikit bertolak belakang dengan diskusi kelompok yang kami lakukan dikelas, bahwa dikatakan sekalipun seseorang memiliki motivasi yang tinggi akan tetapi sulit mendapat pekerjaan (peluang) maka unjuk kerjanya akan tidak ada atau nol.

Dari contoh diatas dapat dilihat bahwa motivasi ternyata mampu menciptakan sebuah peluang, menciptakan sebuah pekerjaan kerena motivasi sesungguhnya modal awal dan suatu proses dimana mampu mendorong seseorang untuk melakukan serangkaian kegiatan yang mengarah ke tercapainya suatu tujuan tertentu atau dapat diartikan sebagai kekuatan (energi) seseorang yang dapat menimbulkan tingkat persistensi dalam melaksanakan suatu kegiatan, baik yang bersumber dari dalam individu maupun dari luar individu. Dimana dalam cerita nyata diatas seorang tuna netra yang hanya sekedar membuat iringan lagu untuk memuaskan dirinya yang termasuk fanatic game akan tetapi malah berbuah Ia dicari dan diminta untuk menjadi composer sebuah perusahaan besar itu terbukti Ia mampu menciptakan sebuah peluang dan mampu mendapatkan pekerjaan.