Uji coba rekayasa lalu lintas di ruas jalan Gunung Sahari,Pademangan, Jakarta Utara,Kamis(14/10) tak juga mengurai kemacetan di kawasan itu(1).Bahkan, antrean kendaraan mengular di jalan RE Martadinata sampai sekitar 7 km(2).
Kemacetan kendaraan itu dari jalan RE Martadinata sampai ke jalan Mangga Dua(3).Di ruas jalan RE Martadinata,arus kendaraan macet sebelum pintu masuk timur Ancol atau di depan stasiun Ancol(4).”ini mah namanya bukan mengurangi kemacetan , tapi mindahin kemacetan”,tutur hendrik ,penggendara Toyota Vios,yangsetengah jam kendaraannya gak bergerak(5).
Hendrik mengatakan ,mestinya lalu lintas tetap diberlakukan seperti biasa,karena yang perlu diberlakukan adalah menempatkan petugas-petugas di titik-titik kemacetan untuk mengatur ritme kendaraan tanpa harus berpatokansama lampu lalu lintas(6). “kalo patokannya sama lampu merah saja,tidak bakal lancar-lancar karena antrean tidak akan putus-putus”,katanya(7).
Hal senada diungkapkan Santo,pengemudi Toyota Avanza,”yang perlu dilakukan itu harusnya lebarin ruas jalan,supaya bisa menampung volume kendaraan yang terutama pada saat jam-jam sibuk pagi dan sore menjelang malem(8).kalo Cuma menutup putaran sama larangan belok itu saja tidak bisa menyelesaikan masalah(9).petugas Polantas aja yang diperbanyak ,biasanya kalau udah ada petugas para pengemudi tuh pada patuh(10).pemicu kemacetan yakni banyak pengemudi yang tidak sabar dan main serobot “(11).
Dari pantauan Warta Kota, kemacetan akibat uji coba lalu lintas dari jalan RE Martadinta sampai jalan Gunung Sahari juga berimbas pada jalan Lodtan Raya,Kampung Bandan yang didominasi kendaraan berat seperti kontener dan tronton setelah turun dari jalan tol Ancol.(12)
Menjelang lampu merah di depan WTC Mangga Dua,kemacetan diperparah dengan adanya genangan air setinggi 20cm di salah satu ruas jalan(13).sangking macetnya,mobil-mobil banyak yang nekat menerobos genangan air.sedikitnya ada beberapa petugas Dishub dan Polda Metro Jaya Jakarta Utara yang sempat membuka satu jalur lagi di arah yang berlawanan jadi ada 4 jalur dari arah Pademangan menuju Mangga Dua(14).
Kepala Seksi Pengawasan dan Pengendalian Suku Dinas Perhubungan Jakarta Utara,Syamsul Mirwan, mengatakan “uji coba itu adalah yang pertama kali dilakukan(15).pihaknya akan tetap menerjunkan anggotanya untuk melakukan pengawasan dan pengaturan lalu lintas(16).berbagai masukan dan temuan dilapangan,akan dibawa dalam sebuah kegiatan analisa dan evaluasi yang nanti akan dicari solusinya”.(17)
No
Ejaan-ejaan yang salah
Letak no
Pembenaran
1
mengurai kemacetan
1
mengurangi/melepas kemacetan
2
mengular di jalan RE Martadinata
2
memanjang di jalan RE Martadinata
3
ini mah namanya bukan mengurangi kemacetan
5
ini bukan merupakan mengurangi kemacetan
4
mindahin kemacetan
5
memindahkan kemacetan
5
gak bergerak
5
tidak bergerak
6
mengatur ritme kendaraan
6
mengatur arus kendaraan
7
berpatokan sama lampu lalu lintas
6
beracuan pada lampu lalu lintas
8
kalo patokannya sama lampu lalu lintas
7
kalau/jika acuannya pada lampu lalu lintas
9
tidak bakal lancar
7
tidak akan lancar
10
hal senada diungkapkan
8
hal yang sama diungkapkan
11
lebarin ruas jalan
8
melebarkan ruas jalan
12
volume kendaraan
8
jumlah kendaraan
13
menjelang malem
8
menjelang malam
14
kalo Cuma menutup
9
kalau hanya menutup
15
petugas Polantas aja yang diperbanyak
10
petugas Polantas saja yang diperbanyak
16
udah ada petugas
10
sudah ada petugas
17
para pengemudi tuh
10
para pengemudi itu
18
main serobot
11
saling mendahului/tidak tertib
19
berimbas pada
12
berakibat/berdampak pada
20
sanking macetnya
14
karena terlalu macetnya
21
yang nekat menerobos
14
yang berani menerobos
22
akan tetap menerjunkan anggotanya
16
akan tetap menugaskan anggotanya
DIKSI kata imbuhan
Kata
Ulasan
Kata
Ulasan
Kata
Ulasan
mengurai
urai (meng-)
menjelang
jelang (men-)
berlawanan
lawan (ber-an)
mengular
ular (meng-)
menutup
tutup (men-)
menuju
tuju (men-)
kemacetan
macet (ke-an)
putaran
putar (-an)
pengawasan
awas (peng-an)
mengatakan
kata (meng-kan)
larangan
larang (-an)
pengendalian
kendali (peng-an)
menempatkan
tempat (me-kan)
menyelesaikan
selesai (meny-kan)
perhubungan
hubung (per-an)
mengatur
atur (meng-)
pantauan
pantau (-an)
pengaturan
atur (peng-an)
diungkapkan
ungkap (di-kan)
berimbas
imbas (ber-)
menerjunkan
terjun (men-kan)
menampung
tampung (men-)
menerobos
terobos (men-)
masukan
masuk (-an)
terutama
utama (ter-)
membuka
buka (mem-)
solusinya
solusinya (-nya)
TUGAS BAHASA INDONESIA 1CATUR.NUGROHO3KA15(10108454)
Pasar secara sederhana merupakan tempat pertemuan antara penjual dan pembeli untuk
melakukan transaksi jual-beli barang dan jasa. Adapun pasar menurut kajian Ilmu Ekonomi
memiliki pengertian; pasar adalah suatu tempat atau proses interaksi antara permintaan (pembeli) dan penawaran (penjual) dari suatu barang/jasa tertentu, sehingga akhirnya
dapat menetapkan harga keseimbangan (harga pasar) dan jumlah yang diperdagangkan.
Jadi setiap proses yang mempertemukan antara pembeli dan penjual, maka akan
membentuk harga yang disepakati antara pembeli dan penjual.
2.Struktur Pasar
Struktur Pasar memiliki pengertian penggolongan produsen kepada beberapa bentuk
pasar berdasarkan pada ciri-ciri seperti jenis produk yang dihasilkan, banyaknya
perusahaan dalam industri, mudah tidaknya keluar atau masuk ke dalam industri dan
peranan iklan dalam kegiatan industri.
Pada analisa ekonomi dibedakan menjadi pasar persaingan sempurna dan pasar
persaingan tidak sempurna (yang meliputi monopoli, oligopoli, monopolistik dan
monopsoni).
3.Pasar Persaingan Sempurna
Pengertian pasar persaingan sempurna adalah suatu bentuk interaksi antara permintaan
dengan penawaran di mana jumlah pembeli dan penjual sedemikian rupa banyaknya/
tidak terbatas.
Ciri-ciri pokok dari pasar persaingan sempurna adalah:
a. Jumlah perusahaan dalam pasar sangat banyak.
b. Produk/barang yang diperdagangkan serba sama (homogen).
c. Konsumen memahami sepenuhnya keadaan pasar.
d. Tidak ada hambatan untuk keluar/masuk bagi setiap penjual.
e. Pemerintah tidak campur tangan dalam proses pembentukan harga.
f. Penjual atau produsen hanya berperan sebagai price taker (pengambil harga).
4.Pasar Monopoli
Arti dari pasar monopoli adalah suatu bentuk interaksi antara permintaan dan
penawaran di mana hanya ada satu penjual/produsen yang berhadapan dengan
banyak pembeli atau konsumen.
Ciri-ciri dari pasar monopoli adalah:
1) hanya ada satu produsen yang menguasai penawaran;
2) tidak ada barang substitusi/pengganti yang mirip (close substitute);
3) produsen memiliki kekuatan menentukan harga; dan
4) tidak ada pengusaha lain yang bisa memasuki pasar tersebut karena ada hambatan berupa keunggulan perusahaan.
Anda tentu bertanya mengapa terjadi pasar monopoli. Ada beberapa penyebab
terjadinya pasar monopoli, di antara penyebabnya adalah sebagai berikut:
1) Ditetapkannya Undang-undang (Monopoli Undang-undang). Atas pertimbangan
pemerintah, maka pemerintah dapat memberikan hak pada suatu perusahaan
seperti PT. Pos dan Giro, PT. PLN.
2) Hasil pembinaan mutu dan spesifikasi yang tidak dimiliki oleh perusahaan lain,
sehingga lama kelamaan timbul kepercayaan masyarakat untuk selalu
menggunakan produk tersebut.
3) Hasil cipta atau karya seseorang yang diberikan kepada suatu perusahaan untuk
diproduksi, yang kita kenal dengan istilah hak paten atau hak cipta.
4) Sumber daya alam. Perbedaan sumber daya alam menyebabkan suatu produk
hanya dikuasai oleh satu daerah tertentu seperti timah dari pulau Bangka.
5) Modal yang besar, berarti mendukung suatu perusahaan untuk lebih
mengembangkan dan penguasaan terhadap suatu bidang usaha.
5.Monopolistik
Arti dari pasar monopolistik adalah suatu bentuk interaksi antara permintaan dengan
penawaran di mana terdapat sejumlah besar penjual yang menawarkan barang yang
sama. Pasar monopolistik merupakan pasar yang memiliki sifat monopoli pada
spesifikasi barangnya. Sedangkan unsur persainganpada banyak penjual yang
menjual produk yang sejenis.
Contoh: produk sabun yang memiliki keunggulan misalnya untuk kecantikan,
kesehatan dan lain-lain.
Ciri-ciri dari pasar monopolistik adalah:
1) Terdapat banyak penjual/produsen yang berkecimpung di pasar.
2) Barang yang diperjual-belikan merupakan differentiated product.
3) Para penjual memiliki kekuatan monopoli atas barang produknya sendiri.
4) Untuk memenangkan persaingan setiap penjual aktif melakukan promosi/iklan.
5) Keluar masuk pasar barang/produk relatif lebih mudah.
6.Pasar Oligopoli
Arti dari pasar oligopoli adalah suatu bentuk interaksi permintaan dan penawaran,
di mana terdapat beberapa penjual/produsen yang menguasai seluruh permintaan
pasar.
Ciri-ciri dari pasar oligopoli adalah:
1) Terdapat beberapa penjual/produsen yang menguasai pasar.
2) Barang yang diperjual-belikan dapat homogen dan dapat pula berbeda corak
(differentiated product), seperti air minuman aqua.
3) Terdapat hambatan masuk yang cukup kuat bagi perusahaan di luar pasar untuk
masuk ke dalam pasar.
4) Satu di antaranya para oligopolis merupakan price leader yaitu penjual yang
memiliki/pangsa pasar yang terbesar. Penjual ini memiliki kekuatan yang besar
untuk menetapkan harga dan para penjual lainnya harus mengikuti harga tersebut.
7.Pasar Duopoli
Arti pasar duopoli adalah suatu pasar di mana penawaran suatu jenis barang dikuasai
oleh dua perusahaan.
Contoh: Penawaran minyak pelumas dikuasai oleh Pertamina dan Caltex.
8.Pasar Monopsoni
Bentuk pasar ini merupakan bentuk pasar yang dilihat dari segi permintaan atau
pembelinya. Dalam hal ini pembeli memiliki kekuatan dalam menentukan harga.
Dalam pengertian ini, pasar monopsoni adalah suatu bentuk interaksi antara
permintaan dan penawaran di mana permintaannya atau pembeli hanya satu
perusahaan.
Contoh yang ada di Indonesia seperti PT. Kereta Api Indonesia yang merupakan
satu-satunya pembeli alat-alat kereta api.
B.UANG & BANK
1.Pengertian Uang dan Bank
ØPengertian Uang : Beberapa ahli mendefinisikan uang sebagai berikut:
Uang adalah sebagai alat tukar (A.C. Pigou), yang dapat diterima dalam pembayaran untuk mendapatkan barang-barang (D.H. Robertson) dan pembelian jasa serta kekayaan berharga lainnya dan dapat digunakan untuk pembayaran utang (R.G. Thomas).Secara umum uang dapat diartikan sebagai benda yang disetujui masyarakat sebagai alat perantara dalam kegiatan tukar menukar barang dan jasa, dan sebagai alat penghitung kekayaan. Berdasarkan pengertian mengenai uang, maka kita dapat mengetahui syarat suatu benda dapat dijadikan uang, yaitu:
odapat diterima oleh masyarakat umum (acceptability)
otidak mengalami perubahan dan tidak cepat rusak (durability)
onilainya tidak mengalami perubahan dalam jangka waktu yang lama (stability of value)
opraktik dan mudah dibawa kemana-mana (portability)
omudah dibagi-bagi tanpa mengurangi nilai (divisibility)
okualitasnya relatif sama (uniformity)
ojumlahnya terbatas dan tidak mudah dipalsukan (scarcity)
ØPengertian Bank : Secara umum bank adalah suatu badan usaha yang memiliki wewenang dan fungsi untuk untuk menghimpun dana masyarakat umum untuk disalurkan kepada yang memerlukan dana tersebut.
2.Teori uang & motifnya
ØTeori Uang
Teori uang terdiri atas dua teori, yaitu teori uang statis dan teori uang dinamis.
1. Teori uang statis
Teori Uang Statis atau disebut juga "teori kualitatif statis" bertujuan untuk menjawab pertanyaan: apakah sebenarnya uang? Dan mengapa uang itu ada harganya? Mengapa uang itu sampai beredar? Teori ini disebut statis karena tidak mempersoalkan perubahan nilai yang diakibatkan oleh perkembangan ekonomi.
Yang termasuk teori uang statis adalah:
Teori Metalisme (Intrinsik) oleh KMAPP
Uang bersifat seperti barang, nilainya tidak dibuat-buat, melainkan sama dengan nilai logam yang dijadikan uang itu, contoh: uang emas dan uang perak.
Teori Konvensi (Perjanjian) oleh Devanzati dan Montanari
Teori ini menyatakan bahwa uang dibentuk atas dasar pemufakatan masyarakat untuk mempermudah pertukaran.
Teori Nominalisme
Uang diterima berdasarkan nilai daya belinya.
Teori Negara
Asal mula uang karena negara, apabila negara menetapkan apa yang menjadi alat tukar dan alat bayar maka timbullah uang. Jadi uang bernilai karena adanya kepastian dari negara berupa undang-undang pembayaran yang disahkan.
2. Teori uang dinamis
Teori ini mempersoalkan sebab terjadinya perubahan dalam nilai uang. Teori dinamis antara lain:
Teori Kuantitas dari David Ricardo
Teori ini menyatakan bahwa kuat atau lemahnya nilai uang sangat tergantung pada jumlah uang yang beredar. Apabila jumlah uang berubah menjadi dua kali lipat, maka nilai uang akan menurun menjadi setengah dari semula, dan juga sebaliknya.
Teori Kuantitas dari Irving Fisher
Teori yang telah dikemukakan David Ricardo disempurnakan lagi oleh Irving Fisher dengan memasukan unsur kecepatan peredaran uang, barang dan jasa sebagai faktor yang mempengaruhi nilai uang.
Teori Persediaan Kas
Teori ini dilihat dari jumlah uang yang tidak dibelikan barang-barang.
Teori Ongkos Produksi
Teori ini menyatakan nilai uang dalam peredaran yang berasal dari logam dan uang itu dapat dipandang sebagai barang.
ØMotif Uang
Alasan/Motif/Motivasi Seseorang Memiliki Uang/Duit - Ilmu Ekonomi Keuangan.
Manusia memiliki alasan masing-masing dalam memegang uang / duit dalam kehidupan sehari-hari sehingga mereka mau memiliki dan menyimpan uang di rumah, di bank, di dompet, di celengan, dan lain sebagainya.
1.Untuk kebutuhan Transaksi
Dalam menjalani hidup, manusia membutuhkan uang untuk melakukan kegiatan transaksi jual beli baik barang maupun jasa. Transaksi akan mengalami peningkatan jika pendapatan seseorang naik. Karakter dari motivasi ini adalah berhubungan positif dengan pendapatan dan berhubungan negatif dengan perkiraan inflasi serta uang menjadi alat tukar. Contoh : memiliki uang untuk membeli barang kebutuhan sehari-hari di mini market.
2.Untuk Berjaga-Jaga
Jika suatu waktu terjadi sesuatu yang tidak diduga yang bersifat darurat maka uang yang dimiliki dapat dipergunakan. Karakter dari motivasi ini adalah berhubungan positif dengan pendapatan dan berhubungan negatif dengan perkiraan inflasi serta uang menjadi alat tukar dan penyimpan nilai. Contoh : Jika anak tiba-tiba sakit maka uang yang ada di bawah kasur diambil untuk membiayai pengobatan anak.
3.Untuk Mendapatkan Keuntungan / Berinvestasi
Seseorang atau badan usaha dapat mempergunakan uang yang dimilikinya dengan menginvestasikan pada usaha-usaha tertentu demi mendapatkan keuntungan dari investasi tersebut sebesar-besarnya. Karakter dari motivasi ini adalah berhubungan negatif dengan tingkat bunga dan berhubungan negatif dengan perkiraan inflasi serta uang menjadi aset dan penyimpan nilai. Contoh : Memebeli deposito perusahaan terkenal dengan harapan bisa mendapatkan keuntungan besar dari uang yang ditanamnya.
3.Bank Sentral dan Bank Umum
1.Bank Sentral
Bank sentral adalah bank yang didirikan berdasarkan Undang-undang nomor 13 tahun 1968 yang memiliki tugas untuk mengatur peredaran uang, mengatur pengerahan dana-dana, mengatur perbankan, mengatur perkreditan, menjaga stabilitas mata uang, mengajukan pencetakan / penambahan mata uang rupiah dan lain sebagainya. Bank sentral hanya ada satu sebagai pusat dari seluruh bank yang ada di Indonesia.
2.Bank Umum
Bank umum adalah lembaga keuangan uang menawarkan berbagai layanan produk dan jasa kepada masyarakat dengan fungsi seperti menghimpun dana secara langsung dari masyarakat dalam berbagai bentuk, memberi kredit pinjaman kepada masyarakat yang membutuhkan, jual beli valuta asing / valas, menjual jasa asuransi, jasa giro, jasa cek, menerima penitipan barang berharga, dan lain sebagainya.
4.Kebijakan Moneter
Kebijakan Moneter adalah pengaturan variable – variable seperti jumlah uang beredar atau tingkat bunga untuk mencapai tujuan ekonomi makro.
Empat instrument kebijakan moneter :
Himbauan moral
Cadangan
Bunga diskonto
Operasi pasar terbuka
Jumlah uang beredar menurut Keynes mempengaruhi GNP riil dan kesempatan kerja hanya karena uang beredar mempengaruhi tingkat bunga dan investasi. Analisa permintaan dan penawaran konvensional dapat digunakan untuk menjelaskan kaitan antara kebijakan moneter dengan tingkat bunga.
Masalah dalam kebijakan moneter :
Ketidak pastian dan jarak waktu
Pemerintah bisa saja memaksakan berkurangnya uang beredar tetapi tidak bisa dengan mudah menaikkan jumlah uang beredar
Pergeseran kurva MEC dapat membuat kebijakan moneter tidak efektif
Kebijakan moneter bisa merupakan bagian dari kebijakan fiscal, karena tindakan fiscal bisa membawa efek moneter
Kebijakan moneter dapat dilaksanakan lebih cepat daripada kebijakan fiscal, tetapi waktu yang dibutuhkan untuk berpengaruh terasa relative lebih lama.