Ekonomi adalah sistem aktivitas manusia yang berhubungan dengan produksi, distribusi, pertukaran, dan konsumsi barang dan jasa. Kata "ekonomi" sendiri berasal dari kata Yunani οἶκος (oikos) yang berarti "keluarga, rumah tangga" dan νόμος (nomos), atau "peraturan, aturan, hukum," dan secara garis besar diartikan sebagai "aturan rumah tangga" atau "manajemen rumah tangga." Sementara yang dimaksud dengan ahli ekonomi atau ekonom adalah orang menggunakan konsep ekonomi dan data dalam bekerja. Ilmu yang mempelajari ekonomi disebut sebagai ilmu ekonomi.
Ketika seseorang dilahirkan dengan keterbatasan yang dimilikinya, dengan fisik yang tidak sama dengan orang kebanyakan tentunya dapat mempengaruhi aktifitasnya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, terkadang semua itu menjadi hambatan untuk dapat maju dan bersikap sama dengan orang kebanyakan. Akan tetapi hal tersebut tergantung atau bagaimana individu tersebut memandang dirinya, sering sekali saya melihat seseorang dengan kelainan yang dimilikinya justru malah mampu menunjukkan eksistensinya dihadapan orang banyak dan menghasilkan karya – karya yang bahkan melebihi orang yang mempunyai anggota tubuh lengkap.
Contohnya saja seperti seorang TUNA NETRA yang saya pernah nonton dalam liputan televise yang bernama Eko Rama Ditya Adikara , bahwa Ia adalah seorang tuna netra yang memiliki kelainan pada kedua matanya, Ia tidak mampu melihat akan tetapi sekarang Ia menjadi salah composer lagu pada game raksasaNintendo.
Ketika saya melihat liputannya, saya melihat ada motivasi didalam dirinya untuk mampu bertahan hidup, mencukupi keluarganya dan menghasilkan suatu karya. Seperti yang dikatakannya “Saya ini (buta) sudah beda (dengan manusia normal), tetapi saya ingin berbeda dari perbedaan itu,” motivasi yang tinggi yang Ia tanamkan pada dirinya sendiri mampu membuat Ia berhasil dan sukses walaupun kecacatan ada pada dirinya.
Pada awalnya Ia hanya membuat sebuah iringan lagu yang menurutnya bagus sekali untuk diiringi sama game. Akan tetapi hasilnya????? Perusahaan game raksasa Nintendo mencarinya dan memintanya untuk menjadi composer buat musik di Super Mario Galaxy. Ia tidak mencari pekerjaan tapi justru pekerjaan lah yang mencarinya, kini Ia diberikan alat – alat yang mampu menunjang Ia dalam berkarya, diberikan fasilitas yang baik dari awalnya Ia hanya membuat sebuah iringan untuk kepuasan dirinya sendiri karena memang dirinya termasuk fanatic game akan tetapi malah berbuah Ia dicari dan diminta untuk menjadi composer sebuah perusahaan besar. Hal itu semua berkat ketekunannya dan motivasi yang dimilikinya. Bahkan sekarang Ia menjadi motivator dan membuat biografi.
Hal ini menurut saya sedikit bertolak belakang dengan diskusi kelompok yang kami lakukan dikelas, bahwa dikatakan sekalipun seseorang memiliki motivasi yang tinggi akan tetapi sulit mendapat pekerjaan (peluang) maka unjuk kerjanya akan tidak ada atau nol.
Dari contoh diatas dapat dilihat bahwa motivasi ternyata mampu menciptakan sebuah peluang, menciptakan sebuah pekerjaan kerena motivasi sesungguhnya modal awal dan suatu proses dimana mampu mendorong seseorang untuk melakukan serangkaian kegiatan yang mengarah ke tercapainya suatu tujuan tertentu atau dapat diartikan sebagai kekuatan (energi) seseorang yang dapat menimbulkan tingkat persistensi dalam melaksanakan suatu kegiatan, baik yang bersumber dari dalam individu maupun dari luar individu. Dimana dalam cerita nyata diatas seorang tuna netra yang hanya sekedar membuat iringan lagu untuk memuaskan dirinya yang termasuk fanatic game akan tetapi malah berbuah Ia dicari dan diminta untuk menjadi composer sebuah perusahaan besar itu terbukti Ia mampu menciptakan sebuah peluang dan mampu mendapatkan pekerjaan.
A. Pengertian/Arti Definisi Permintaan dan Penawaran
Permintaan adalah sejumlah barang yang dibeli atau diminta pada suatu harga dan waktu tertentu. Sedangkan pengertian penawaran adalah sejumlah barang yang dijual atau ditawarkan pada suatu harga dan waktu tertentu.
Contoh permintaan adalah di pasar kebayoran lama yang bertindak sebagai permintaan adalah pembeli sedangkan penjual sebagai penawaran. Ketika terjadi transaksi antara pembeli dan penjual maka keduanya akan sepakat terjadi transaksi pada harga tertentu yang mungkin hasil dari tawar-menawar yang alot.
Contoh penawaran adalah hubungan antara harga kain batik dan jumlah pakaian batik yang akan dijual oleh Ibu Nina, maka ia berencana sebagai berikut:
·bila harga satu kodi pakaian Rp. 450.000 maka ia akan menjual sebanyak 10 kodi
·bila harga satu kodi pakaian Rp. 500.000 maka ia akan menjual sebanyak 15 kodi
·bila harga satu kodi pakaian Rp. 600.000 maka ia akan menjual sebanyak 20 kodi
·bila harga satu kodi pakaian Rp. 650.000 maka ia akan menjual sebanyak 25 kodi
B. Hukum Permintaan dan Hukum Penawaran
Hukum permintaan berbunyi: apabila harga naik maka jumlah barang yang diminta akan mengalami penurunan, dan apabila harga turun maka jumlah barang yang diminta akan mengalami kenaikan. Dalam hukum permintaan jumlah barang yang diminta akan berbanding terbalik dengan tingkat harga barang. Kenaikan harga barang akan menyebabkan berkurangnya jumlah barang yang diminta, hal ini dikarenakan:
·naiknya harga menyebabkan turunnya daya beli konsumen dan akan berakibat berkurangnya jumlah permintaan
·naiknya harga barang akan menyebabkan konsumen mencari barang pengganti yang harganya lebih murah.
Semua terjadi karena semua ingin mencari kepuasan (keuntungan) sebesar-besarnya dari harga yang ada. Apabila harga terlalu tinggi maka pembeli mungkin akan membeli sedikit karena uang yang dimiliki terbatas, namun bagi penjual dengan tingginya harga ia akan mencoba memperbanyak barang yang dijual atau diproduksi agar keuntungan yang didapat semakin besar. Harga yang tinggi juga bisa menyebabkan konsumen/pembeli akan mencari produk lain sebagai pengganti barang yang harganya mahal.
Hukum penawaran berbunyi: bila tingkat harga mengalami kenaikan maka jumlah barang yang ditawarkan akan naik, dan bila tingkat harga turun maka jumlah barang yang ditawarkan turun. Dalam hukum penawaran jumlah barang yang ditawarkan akan berbanding lurus dengan tingkat harga, di hukum penawaran hanya menunjukkan hubungan searah antara jumlah barang yang ditawarkan dengan tingkat harga.
C. Kurva permintaan dan penawaran
Kurva Permintaan
Kurva Permintaan adalah kurva yang menunjukkan hubungan berbagai jumlah barang dan jasa yang dibeli oleh konsumen pada berbagai tingkat harga. Kurva ini akan menghubungkan titik-titik koordinat pada sumbu harga (sumbu Y) dengan sumbu jumlah barang (sumbu X).
900 unit
800 unit
700 unit
600 unit
500 unit
400 unit
300 unit
400 unit
500 unit
600 unit
700 unit
800 unit
Kurva permintaan akan bergerak dari kiri atas ke kanan bawah, maksudnya apabila harga mengalami penurunan, maka jumlah barang dan jasa yang diminta akan mengalami kenaikan. Dari contoh di atas dapat dilihat, bila si ibu membeli telur dari 3kg menjadi 4kg karena harganya turun menjadi Rp. 8.850, maka kita tidak menyebutnya sebagai kenaikan permintaan tetapi kenaikan jumlah barang yang diminta, karena kenaikan masih berada pada pada satu kurva permintaan yang sama.
Kurva penawaran adalah garis yang menghubungkan titik-titik pada tingkat harga dengan jumlah barang/jasa yang ditawarkan.
Kurva penawaran bergerak dari kiri bawah ke kanan atas yang menunjukkan bahwa jika harga barang tinggi, para penjual/produsen akan menjual dalam jumlah yang lebih banyak. Agar lebih jelas, ikuti contoh berikut dengan seksama.
D. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Permintaan (Demand)
1. Perilaku konsumen / selera konsumen
Saat ini handphone blackberry sedang trend dan banyak yang beli, tetapi beberapa tahun mendatang mungkin blackberry sudah dianggap kuno.
2. Ketersediaan dan harga barang sejenis pengganti dan pelengkap
Jika roti tawar tidak ada atau harganya sangat mahal maka meises, selai dan margarin akan turun permintaannya.
3. Pendapatan/penghasilan konsumen
Orang yang punya gaji dan tunjangan besar dia dapat membeli banyak barang yang dia inginkan, tetapi jika pendapatannya rendah maka seseorang mungkin akan mengirit pemakaian barang yang dibelinya agar jarang beli.
4. Perkiraan harga di masa depan
Barang yang harganya diperkirakan akan naik, maka orang akan menimbun atau membeli ketika harganya masih rendah misalnya seperti bbm/bensin.
5. Banyaknya/intensitas kebutuhan konsumen
Ketika flu burung dan flu babi sedang menggila, produk masker pelindung akan sangat laris. Pada bulan puasa (ramadhan) permintaan belewah, timun suri, cincau, sirup, es batu, kurma, dan lain sebagainya akan sangat tinggi dibandingkan bulan lainnya.
E. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Penawaran (Suply)
1. Biaya produksi dan teknologi yang digunakan
Jika biaya pembuatan/produksi suatu produk sangat tinggi maka produsen akan membuat produk lebih sedikit dengan harga jual yang mahal karena takut tidak mampu bersaing dengan produk sejenis dan produk tidak laku terjual. Dengan adanya teknologi canggih bisa menyebabkan pemangkasan biaya produksi sehingga memicu penurunan harga.
2. Tujuan Perusahaan
Perusahaan yang bertujuan mencari keuntungan sebesar-besarnya (profit oriented) akan menjual produknya dengan marjin keuntungan yang besar sehingga harga jual jadi tinggi. Jika perusahaan ingin produknya laris dan menguasai pasar maka perusahaan menetapkan harga yang rendah dengan tingkat keuntungan yang rendah sehingga harga jual akan rendah untuk menarik minat konsumen.
3. Pajak
Pajak yang naik akan menyebabkan harga jual jadi lebih tinggi sehingga perusahan menawarkan lebih sedikit produk akibat permintaan konsumen yang turun.
4. Ketersediaan dan harga barang pengganti/pelengkap
Jika ada produk pesaing sejenis di pasar dengan harga yang murah maka konsumen akan ada yang beralih ke produk yang lebih murah sehingga terjadi penurunan permintaan, akhirnya penawaran pun dikurangi.
5. Prediksi / perkiraan harga di masa depan
Ketika harga jual akan naik di masa mendatang perusahaan akan mempersiapkan diri dengan memperbanyak output produksi dengan harapan bisa menawarkan/menjual lebih banyak ketika harga naik akibat berbagai faktor.
Berbagai istilah digunakan untuk menyebut kata ‘motivasi’ (motivation) atau motif, antara lain kebutuhan (need), desakan (urge), keinginan (wish), dan dorongan (drive). Dalam hal ini, akan digunakan istilah motivasi yang diartikan sebagai keadaan dalam pribadi seseorang yang mendorong keinginan individu untuk melakukan kegiatan-kegiatan tertentu guna mencapai tujuan.
Motivasi menunjuk kepada sebab, arah, dan persistensi perilaku. Kita bicara mengenai penyebab suatu perilaku ketika kita bertanya tentang mengapa seseorang melakukan sesuatu. Kita bicara mengenai arah perilaku seseorang ketika kita menanyakan mengapa ia lakukan suatu hal tertentu yang mereka lakukan. Kita bicara tentang persistensi ketika kita bertanya keheranan mengapa ia tetap melakukan hal itu (Berry, 1997).
Suatu organisme (manusia/hewan) yang dimotivasi akan terjun ke dalam suatu aktivitas secara lebih giat dan lebih efisien daripada yang tanpa dimotivasi. Selain menguatkan organisme itu, motivasi cenderung mengarahkan perilaku (orang yang lapar dimotivasi untuk mencari makanan untuk dimakan; orang yang haus, untuk minum; orang yang kesakitan, untuk melepaskan diri dari stimulus/rangsangan yang menyakitkan (Atkinson, Atkinson, & Hilgard, 1983).
Isi
A. Pengertian Motivasi Manusia
Secara umum motif seringkali diartikan dengan istilah dorongan. Dorongan atau tenaga tersebut merupakan gerak jiwa dan jasmani untuk berbuat. Jadi motif tersebut merupakan suatu driving force yang menggerakkan manusia untuk bertingkah-laku, dan di dalam perbuatannya itu mempunyai tujuan tertentu. Setiap tindakan yang dilakukan oleh manusia selalu dimulai dengan motivasi (niat). Oleh karena itu, dilihat dari pendapat ini motivasi adalah merupakan sejumlah proses- proses psikologikal, yang menyebabkan timbulnya, diarahkanya, dan terjadinya persistensi kegiatan- kegiatan sukarela (volunter) yang diarahkan ke tujuan tertentu, baik yang bersifat internal, atau eksternal bagi seorang individu, yang menyebabkan timbulnya sikap antusiasme dan persistensi.
B. Teori Motivasi
1. Teori Kepuasan
Teori ini mendasarkan pendekatannya atas faktor-faktor kebutuhan dan kepuasan individu yang menyebabkannya bertindak dan berperilaku dengan cara tertentu.teori ini memusatkan perhatian pada faktor-faktor dalam diri orang yang menguatkan, mengarahkan, mendukung dan menghentikannya perilakunya. Teori ini mencoba menjawab pertanyaan kebutuhan apa yang memuaskan dan mendorong semangat bekeja seorang. hal ini yang memotivasi semangat bekerja seseorang adalah untuk memenuhi kebutuhan dan kepuasan materiil maupun non materiil yang diperoleh dari hasil pekerjannya.
Jika kebutuhan dan kepuasannya semakin terpenuhi, maka semangat bekerjanya pun akan semakin baik pula.
Jadi pada dasarnya teori ini mengemukakn bahwa seseorang akan bertindak (bersemangat bekerja) untuk dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan (inner needs) dan kepuasannya. Semakin tinggi standar kebutuhan dan kepuasan yang diinginkan, maka semakin giat orang itu bekerja. Dan harus memusatkan perhatian pada faktor-faktor dalam diri orang, yang menggerakkan, mengarahkan, mendukung, dan menghentikan perilaku. Mereka mencoba menentukan kebutuhan khusus yang memotivasi orang.
2. Teori Proses
Teori motivasi proses ini pada dasarnya berusaha untuk menjawab pertanyaan
“ bagaimana menguatkan, mengarahkan, memelihara dan menghentikan perilaku individu”, agar setiap individu bekerja giat sesuai dengan keinginan manajer. Bila diperhatikan secara mendalam, teori ini merupakan proses “sebab dan akibat” bagaimana seseorang bekerja serta hasil apa yang diperolehnya. Jika bekerja baik saat ini, maka hasilnya akan diperoleh baik untuk hari esok. Jadi hasil yang tercapai tercermin dalam bagaimana proses kegiatan yang dilakukan seseorang, hasil hari ini merupakan kegiatan hari kemaren.
Karena “ego” manusia yang selalu menginginkan hasil yang baik-baik saja, maka daya penggerak yang memotivasi semangat kerja seseorang tergantung dari harapan yang akan diperolehnya pada masa depan. Inilah sebabnya teori ini disebut “ teori harapan (expectancy theory)” : Jika harapan itu dapat menjadi kenyataan maka seseorang akan cenderung meningkatkan semangat kerjanya. Tetapi sebaliknya bila harapan itu tidak tercapai akibatnya ia akan menjadi malu.
Teori ini menguraikan dan menganalisis bagaimana perilaku itu digerakkan, diarahkan, didukung, dan dihentikan. Kedua kategori ini mempunyai arti penting bagi manajer yang pekerjaannya berhubungan dengan proses motivasi.
Dalam teori proses ini, masih ada beberapa teori didalam teori proses itu sendiri. Di antaranya ialah :
• Teori Hirarki Kebutuhan Maslow
Inti teori Maslow ialah bahwa kebutuhan manusia tersusun dalam suatu hirarki . Tingkat kebutuhan yang paling rendah ialah kebutuhan fisikologis dan tingkat yang tertinggi ialah kebutuhan akan perwujudan diri ( self-actualiation needs).
• Teori Erg Alderfer
Teori erg adalah teori motivasi kepuasan yang mengatakan bahwa individu mempunyai kebutuhan-kebutuhan eksistensi (E) keterkaitan – relatedness (R) dan pertumbuhan – Grotwh (G).
Alderfer setuju dengan pendapat maslow bahwa setiap orang mempunyai kebutuhan yang trsusun dalam suatu hirarki
• Teori Dua Faktor Dari Herzberg
Herzberg mengembangkan teori kepusan yang disebut teori dua faktor tentang motivasi. Dua faktor itu dinamakan faktor yang membuat orang merasa tidak puas dan faktor yang membuat orang puas (dissatisfies-satisfies) atau faktor-faktor motivator iklim baik atau ekstrinsik-instrinsik tergantung dari orang yang membahas teori tersebut.
C. Aspek, Pola-Pola Dan Tujuan Motivasi
1. Aspek Motivasi :
• Aspek aktif / dinamis: motivasi tampak sebagai suatu usaha positif dalam menggerakkan dan mengarahkan sumber daya manusia agar secara produktif berhasil mencapai tujuan yang diinginkan.
• Aspek pasif / statis: motivasi akan tampak sebagian kebutuhan dan juga sekaligus sebagai perangsang untuk dapat menggerakkan potensi sumber daya manusia itu kearah tujuan yang diinginkan.
2. Pola Motivasi • achievement motivation, adalah suatu keinginan untuk mengatasi atau mengalahkan suatu tantangan, untuk kemajuan dan pertumbuhan.
• Affiliation motivation, adalah dorongan untuk melakukan hubungan-hubungan dengan orang lain.
• Competence motivation, adalah dorongan untuk berprestasi baik dengan melakukan pekerjaan yang bermutu tinggi.
• Power motivation, adalah dorongan untuk dapat mengendalikan suatu keadaan dan adanya kecenderungan mengambil resiko dalam menghancurkan rintangan-rintangan yang terjadi.
3. Tujuan Pemberian Motivasi:
• mendorong gairah dan semangat kerja karyawan;
• meningkatkan moral dan kepuasan kerja karyawan;
• meningkatkan produktifitas kerja karyawan;
• mempertahankan loyalitas dan kesetabilan karyawan perusahaan;
• meningkatkan kedisiplinan dan menurunkan tingkat absensi karyawan;
• mengefektifkan pengadaan karyawan;
• menciptakan suasana dan hubungan kerja yang baik;
• meningkatkan kreativitas dan partisipasi karyawan;
• meningkatkan tingkat kesejahteraan karyawan;
• mempertinggi rasa tanggung jawab karyawan terhadap tugas-tugasnya;
• meningkatkan efesiensi penggunaan alat-alat dan bahan baku;
D. Alat-Alat Dan Jenis-Jenis Motivasi
1. Alat-Alat Motivasi • materiil insentif: alat motivasi yang diberikan itu berupa uang dan atau barang yang mempunyai nilai pasar, jadi memberikan kebutuhan ekonomis. Misalnya : kendaraan, rumah dan lain-lainnya.
• Non materiil insentif : alat motivasi yang diberikan itu beupa barang/benda yang tidak ternilai, jadi hanya memberikan kepuasan rohani saja. Misalnya : mendali, piagam, bintang jasa dan lain-lainnya.
• Kombinasi materiil dan non materiil insentif : alat motivasi yang diberikan itu berupa materiil (uang dan barang) dan non materiil (mendali dan piagam), jadi memenuhi kebutuhan ekonomis dan kepuasan/kebanggaan rohani.
2. Jenis-jenis Motivasi • Motivasi positif (insentif positif), manajer memotivasi bahwa bawahan dengan memberikan hadiah kepada mereka yang berprestasi baik. Dengan motivasi positif ini semangat kerja bawahan akan meningkat, karena manusia pada umumnya senang menerima yang baik-baik saja.
• Motivasi negatif (insentif negatif), manajer memotivasi bawahannya dengan memberikan hukuman kepada mereka yang pekerjaannya kurang baik (prestasi rendah). Dengan memotivasi negatif ini semangat kerja bawahan dengan jangka waktu pendek akan meningkat, karena mereka takut dihukum; tetapi untuk jangka waktu panjang dapat berakibat kurang baik.
Yang menjadi masalah ialah “ kapan motivasi positif atau motivasi negatif” itu efektif merangsang kerja karyawan.
motivasi positif efektif untuk jangka panjang, sedangkan motivasi negatif efektif untuk jangka pendek saja. Tetapi manajer harus konsisten dan adil dalam menerapkannya.
E. Metobe, Model Dan Proses Motifasi
1. Metode- metode Motivasi :
• Metode langsung (direct motivation), adalah motivasi (materiil & non materiil) yang diberikan secara langsung kepada setiap individu karyawan untuk memenuhi kebutuhan dan kepuasannya. Jadi sifatnya khusus seperti memberi pujian, penghargaan, bonus, piagam dan lain sebagainanya.
• Motivasi tidak langsung (indirect motivation), adalah motivasi yang diberikan hanya merupakan fasilitas-fasilitas yang mendukung serta menunjang gairah kerja atau kelancaran tugas, sehinnga para karyawan betah melakukan pekerjaannya.
Misalnya: kursi yang empuk, mesin-mesin yang baik, ruangan kerja terang dan nyaman, suasana dan lingkugan pekerjaan yang baik, penempatan karyawan yang tepat dan lainnya.
Motivasi tidak langsung ini besar pengaruhnya untuk merangsang semangat kerja karyawan, sehinnga produktivitas kerja meningkat.
2. Model-Model Motivasi
2.1. model tradisional
mengemukakan bahwa untuk memotivasi bawahan agar gairah pekerjanya meningkat dilakukan dengan system insentif yaitu mamberikan insentif materiil kepada karyawan yang berprestasi baik. Semakin berprestasi maka semakin banyak balasan yang diterimanya. Jadi motivasi bawahan untuk mendapatkan insentif ( uang atau barang) saja.
2.2. model hubungan manusia
mengmukakan bahwa utuk memotivasi bawahan supaya gairah pekerjaannya meningkat, dilakukan dengan mengakui kebutuhan social mereka dan membuat mereka merasa berguna serta penting. Sebagai akibatnya karyawan mendapatkan beberapa kebebasan membuat keputusan dan kreativitas dalam melakukan pekerjaanya. Dengan memperhatikan kebutuhan materiil dan non materiil karyawan, maka motivasi bekerjanya akan meningkat pula.
Jadi motivasi karyawan adalah untuk mendapatkan kebutuhan materiil dan non materiil.
2.3. model sumber daya manusia
mengemukakan bahwa karyawan dimotivasi oleh banyak faktor, bukan hanya uang/barang atau keinginan akan kepuasan saja. Tetapi juga kebutuhan akan pencapaian dan pekerjaan yang berarti. Menurut model ini karyawan cenderung memperoleh kepuasan dari prestasi kerja yang baik.
Karyawan bukanlah berprestasi yang baik karena merasa puas, melainkan termotivasi oleh rasa tanggung jawab yang lebih luas untuk membuat keputusan dalam melaksanakan tugas-tugasnya.
Jadi menurut model sumber daya manusia ini untuk memotivasi bawahan dilakukan dengan memberikan tanggung jawab dan kesempatan yang luas bagi mereka untuk mengambil keputusan untuk menyelsaikan pekerjaannya. Motivasi gairah bekerja, seseorang akan meningkat jika kepada mereka diberikan kepercayaan dan kesempatan untuk membuktikan kemampuannya.
3. Proses Motivasi.
3.1. Tujuan Dalam proses memotivasi perlu ditetapkan terlebih dahulu tujuan oraganisasi, baru kemudian para bawahan dimotivasi kearah tujuan tersebut.
3.2. Mengetahui Kepentingan Dalam proses motivasi penting mengetahui kebutuhan/ keinginan karyawan dan tidak hanya melihat dari sudut kepentingan pimpinan dan perusahaan saja.
3.3. Komonitas Efektif Dalam proses motivasi harus dilakukan komonikasi yang baik dalam efektif dengan bawahan. Bawahan harus mengetahui apa yang di perolehnya dan syarat-syarat apa saja yang harus dipenuhinya supaya insentif itu diperolehnya.
3.4. Integrasi Tujuan Dalam proses motivasi perlu untuk menyatukan tujuan perusahaan dan tujuan kepentingan karyawan. Tujuan perusahaan adalah need complex, yaitu untuk memperoleh laba, perluasan perusahaan, sedangkan tujuan individu karyawan adalah pemenuhan kebutuhan dan kepuasan. Jadi tujuan organisasi/ perusahaan dan tujuan karyawan harus disatukan dan untuk ini penting adanya penyesuaian motivasi.
3.5. Fasilitas Manajer dalam memotivasi harus memberikan fasilitas kepada perusahaan dan individu karyawan yang akan medukung kelancaran pelaksanaan pekerjaan, misalnya memberi bantuan kendaraan kepada salesman.
3.6. Team Work Manajer harus menciptakan team work yang terkoordinasi baik yang bisa mencapai tujuan perusahaan. Team work (kerja sama) ini penting karena dalam suatu perusahaan biasanya terdapat banyak bagian.
Hal ini harus dilakukan oleh seorag manajer untuk memotifasi manusia (karyawan) yang berbeda oraganisasi dan linkungannya didalam organisasi tersebut. Jadi pada intinya proses memotivasi manusia itu harus dilakukan dengan langakh-langkah yang telah dijelaskan diatas.
4.Faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi dalam organisasi
·Budaya
Budaya organisasi
merupakan kepribadian yang ada pada organisasi, pada banyak organisasi
peran budaya organisasi sangat menonjol, karena membentuk karakter
organisasi secara anggota organisasi melakukan pekerjaanya (Widjaja, 2001:
Dengan demikian budaya organisasi menentukan kepribadian organisasi
secara keseluruhan dan memiliki pengaruh yang kuat terhadap perilaku
organisasinya, dengan perilaku anggota yang kuat maka anggota bertindak
sesuai dengan pemahaman yang mendukung pencapaian tujuan-tujuan penting
organisasi.
·Tujuan
Visi, misi dan tujuan yang jelas akan membantu team dalam bekerja. Namun hal tersebut belum cukup jika visi., misi dan tujuan yang ditetapkan tidak sejalan dengan kebutuhan dan tujuan para anggota..
·Tantangan
Manusia dikarunia mekanisme pertahanan diri yang di sebut “fight atau flight syndrome”. Ketika dihadapkan pada suatu tantangan, secara naluri manusia akan melakukan suatu tindakan untuk menghadapi tantangan tersebut (fight) atau menghindar (flight). Dalam banyak kasus tantangan yang ada merupakan suatu rangsangan untuk mencapai kesuksesan. Dengan kata lain tantangan tersebut justru merupakan motivator.
Namun demikian tidak semua pekerjaan selalu menghadirkan tantangan. Sebuah team tidak selamanya akan menghadapi suatu tantangan. Pertanyaannya adalah bagaimana caranya memberikan suatu tugas atau pekerjaan yang menantang dalam interval. Salah satu criteria yang dapat dipakai sebagai acuan apakah suatu tugas memiliki tantangan adalah tingkat kesulitan dari tugas tersebut. Jika terlalu sulit, mungkin dapat dianggap sebagai hal yang mustahil dilaksanakan, maka team bisa saja menyerah sebelum mulai mengerjakannya. Sebaliknya, jika terlalu mudah maka team juga akan malas untuk mengerjakannya karena dianggap tidak akan menimbulkan kebanggaan bagi yang melakukannya.
·Keakraban
Team yang sukses biasanya ditandai dengan sikap akrab satu sama lain, setia kawan, dan merasa senasib sepenanggungan. Para anggota team saling menyukai dan berusaha keras untuk mengembangankan dan memelihara hubungan interpersonal. Hubungan interpersonal menjadi sangat penting karena hal ini akan merupakan dasar terciptanya keterbukaan dan komunikasi langsung serta dukungan antara sesama anggota team.
·Tanggungjawab
Secara umum, setiap orang akan terstimulasi ketika diberi suatu tanggungjawab. Tanggungjawab mengimplikasikan adanya suatu otoritas untuk membuat perubahan atau mengambil suatu keputusan. Team yang diberi tanggungjawab dan otoritas yang proporsional cenderung akan memiliki motivasi kerja yag tinggi.
· Kesempatan untuk maju
Setiap orang akan melakukan banyak cara untuk dapat mengembangkan diri, mempelajari konsep dan ketrampilan baru, serta melangkah menuju kehidupan yang lebih baik. Jika dalam sebuah team setiap anggota merasa bahwa team tersebut dapat memberikan peluang bagi mereka untuk melakukan hal-hal tersebut di atas maka akan tercipta motivasi dan komitment yang tinggi. Hal ini penting mengingat bahwa perkembangan pribadi memberikan nilai tambah bagi individu dalam meningkatkan harga diri.
·Kepemimpinan (Leadership)
kepemimpinan adalah kepemimpinan dapat diartikan sebagai keseluruhan
aktivitas dalam rangka mempengaruhi orang–orang agar mau bekerja sama
untuk mencapai tujuan yang memang diinginkan bersama. Kepemimpinan
yang efektif haruslah memberikan pengarahan terhadap usaha–usaha semua
pekerja dalam mencapai tujuan–tujuan organisasi. Menurut (Rachmadi, 1994)
pemimpin mempunyai sifat, kebiasaan, watak, dan kepribadian sendiri yang
khas, sehingga tingkah laku dan gayanya yang membedakan dirinya dengan
orang lain.
Penutup
motivasi didalam organisasi dapat didefinisikan sebagai konsep untuk menguraikan tentang kekuatan-kekuatan yang ada dalam diri manusia (karyawan) yang memulai dan mengarahkan perilaku.
Hal yang sangat penting bagi manusia dalam sebuah organisasi adalah motivasi, karena motivasi inilah yang akan menjadikan individu manusia lebih semangat dan kreatif dalam menjalankan tugasnya sehingga dinilai berprestasi. Oleh karena itu,motivasi didalam organisasi dapat didefinisikan sebagai konsep untuk menguraikan tentang kekuatan-kekuatan yang ada dalam diri manusia (karyawan) yang memulai dan mengarahkan perilaku. Kita menggunakan konsep ini ialah untuk menjelaskan perbedaan-perbedaan dalam intensitas perilaku, dimana perilaku yang bersemangat adalah hasil dari tingkat motivasi yang lebih kuat .
Setiap orang tertarik pada serangkaian tujuan. jika seorang manajer harus meramalkan perilaku secara cukup teliti, ia perlu mengetahui suatu tentang tujuan karyawan,dan tindakan yang akan dilakukan karyawan tersebut untuk mencapai tujuannya.
Faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi dalam organisasi yaitu budaya,tujuan,tantangan,keakraban,tanggung jawab,.kesempatan untuk maju,dan kepemimpinan (Leadership).
Factor-faktor tersebut dapat mempengaruhi kinerja anggota dalam melakukan kegiatan organisas.segala kenajuan atau kemunduran kinerja seseorang dapat dilihat dari keseriusan orang tersebut dalam melakukan suatu aktivitas kerja di dalam organisasi tersebut.
Daftar Pustaka
• Clayton P, Alderfer. 1969. Organizational Behavior And Human Performance.
• H,Maslow.1943.A Theory of Human Motivation Psychological review.
• H, Maslow. 1954. Motivation and Personalitiy. New York : Harper & Row.
• Frenderick Herzberg, B. Mausner, dan B. Synderman. 1959. Motivation to Work. New York : Jhon Wiley & Sons.
• Harold J. Leavitt. 1992. Psikologi Manajemen. Jakarta : Erlangga.
• Drs, Yusmar Yusuf, M.S. 1991. Psikologi Antar Budaya. Bandung : PT Remaja Bandung.